Beranda Nasional Klambi Anyar dan ‘Inflasi Martabat’ Partai

Klambi Anyar dan ‘Inflasi Martabat’ Partai

BERBAGI

Oleh: Sachrial*)

Lirik lagu Pamer Bojo ciptaan Didi Kempot yang digubah oleh FX Rudi selaku Ketua PDI Perjuangan Kota Solo sungguh sebuah catatan introspeksi yang sangat dalam untuk membaca dinamisasi partai saat ini.

Gubahan FX. Rudi merupakan kegelisahan dan keresahan seorang kader lama yang sukses menghantarkan sang Jokowi menjadi walikota dan Presiden.

Reward politik yang diberikan pada FX. Rudi sebagai Ketua PDI Perjuangan dengan munculnya anak Presiden sebagai calon walikota. Terlepas dari itu semua apakah gubahan lirik lagu ditujukan pada seseorang atau siapa saja yang dimaksud.

Liriknya sangat dalam sebagai kritisi introspeksi buat kita semua. Begini gubahan Liriknya.

“Dudu Klambi abang sing mbok simpeun neng atimu, nangging klambi anyar sing mbok pamerke neng aku. (Bukan baju merah yang kamu simpan di hatimu, tapi baju baru yang kamu pamerkan kepadaku)”

FX Rudi berhasil mengekspresikan keresahan atas para kader lama, kaum tradisional, biar ‘gepeng asal banteng’, banteng ketaton, KUDATULI, Loyalis partai tanpa jamsostek dengan diidentikan sebagai kaum Klambi merah yang nyimpannya di hati dan aliran darah.

FX Rudi pun mengkritisi dan mengambil contoh yang sangat aktual bahwa ada kaum Klambi Merah Baru yang melakukan aktivitas pamer uang dan patron dengan jalan suap. Harun Masiku, kader Klambi Anyar yang bermasalah. Kurang lebih begitu apa yang diungkap dan dicurahkan dalam gubahan liriknya bahwa adanya Klambi Anyar yang menyimpan merah di raga dengan menggunakan kekuatan ‘aku ini dekat dengan dia’, ‘ku ini anak si ini’, ‘aku ini bisa menghasilkan uang’, ‘aku ini punya ini dan itu’.

KLAMBI anyar memang memamerkan hal-hal materil. Tapi Klambi Lama menyimpan rasa merahnya rasa berpartai pada darah dan dagingnya. Berjuang terus tanpa henti untuk partai, setia pada pimpinan, gerak dan napasnya hampir didedikasikan untuk partai.

Klambi Anyar telah menggeser para Klambi yang menyimpan di hati. Tatanan partai dirusak oleh para Klambi anyar. Salut buat FX Rudi tetap konsen dan kritis atas apa yang terjadi di partainya. Gubahan Lirik FX Rudi adalah nasihat kasih penuh cinta pada partainya menanggapi apa yang sedang dialami saat ini.

Klambi Anyar Harun Masiku

Pentas nasional memang tidak sepi dengan isyu dan kejadiaan. OTT salah satu komisioner KPU telah membuka topeng integritas lembaga tersebut sebagai pabrik penghasil wakil rakyat dan presiden.

Bayangkan, pabriknya dioperatori oleh orang berwatak keras buat caleg narapidana korup, eh tak tahunya kamu ketahuan juga dagang kursi.

Harun Masiku, awal karier politiknya di Partai Demokrat dan Team Sukses SBY di kampungnya Sulawesi.

Menurut Jansen Sitindaon, dia tidak terlalu punya peran di Partainya. Terang saja para pemain Demokrat, Roy Suryo, Andi Arief, Jansen menggoreng isyu Harunn Masiku dikemas dengan baik untuk menyerang Partai Pengusung Jokowi ini.

Kelebihan para eksodus dari demokrat itu memang jagu kabur dan mengacak-acak sistem dan tatanan. Lihat Nazarudin mantan Bendum Demokrat yang kicauannya membuat banyak orang yang terseret olehnya. Akhirnya bisa dibekuk di Colombia.

Begitupun sampai sekarang Harun Masiku belum juga ditemukan. Nampaknya di partai Demokrat ada silabus bagaimana kabur dan merusak tatanan.

PDI Perjuangan akhirnya menyematkan Kelambi Merah Anyar pada Harun Masiku. Bahkan akan dipersiapkan kursi kehormatan untuknya menggantikan Almarhum Nazarudin Kiemas (mari kita berdo’a sejenak agar iman dan islamnya diterima Allah SWT..aamiin) dengan mendongkel suara kedua Riezky Aprilia yang mendapatkan suara sebesar 44.402.

Upaya konstitusional ditempuh dengan mengajukan uji Materil di MA dengan melibatkan nama Sakral dan yang kita hormati Ibu Hj. Megawati.

Padahal kalau memang sangat konstitusional, tak perlu lagi ada biaya ratusan juta untuk komisioner hingga akhinya mencoreng nama besar partai kita dan yang pasti hakul yakin Ibu Hj Megawati tak tahu ada perdagangan suara dan Trading Infulance. Lantas siapa yang memainkan ini semua?

Di saat Rakernas hadiah dari Sang Klambi Anyar Merah membuat salah seorang terkena diare.

Harun Masiku yang telah menggunakan Klambi anyar telah memarken pada kita semua praktek politik kotor. Hingga akhirnya semua terbuka segala praktek curang yang dilakukan oleh Harun Masiku Conection.

Gagalnya penyegelan kantor Diponegoro tempat sakral perlawanan praktek-praktek kotor zaman orba telah memberi kesan bahwa partai kita sedang melawan pemberantasan korupsi.

Traiding Infulance tak berhenti disana, kader kita yang juga sebagai Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly ikut turun bersama team Hukum.

Silang pendapat akhirnya terjadi antara Yasona sebagai pimpinan kementerian dengan anak buahnya Ronny F Sompie sebagai Dirjen Imigrasi yang berbeda dengan atasannya tentang keberadaan Harun Masiku.

Akhirnya dari itu semua Yasona Laoly dianggap dan dilaporkan publik melakukan dugaan perintangan penyidikan.

Yasona Laoly nampak tak berkoordinasi dengan Dirjen Imigrasi dan Istrinya Harun Masiku yang menyatakan bahwa Harun Masiku telah kembali ke Indonesia tanggal 7 Januari 2020.

Partai kita terseret jauh hanya karena soal Harun Masiku, padahal para kader Demokrat menyebutkan bahwa Harun Masiku tidak dikenal di demokrat.

Kenapa Harun Masiku begitu sangat berharga di partai kita dan juga beliau baru menggunakan Klambi Anyar Merahnya. Apakah ini bukan pertanda bahwa kita mengalami Inflasi martabat oleh seorang Harun Masiku. Padahal kami sebagai Kader selalu diajarkan sebuah Dignity sang Proklamator.

Lebaynya menangani Harun Masiku telah membuat saya sebagai kader bertanya-tanya bagaimana kader-kader yang jadi dewan dan kepala daerah yang terlibat korupsi pihak Pusat dengan gesit memecat tanpa ada upaya pembentukan team hukum dan menyerang media melalui dewan pers bahwa adanya Freaming. Kenapa itu tidak dilakukan pada kader-kader dibawahnya. Kenapa justru pada si Klambi Anyar ini begitu sangat masif pembelaannya.

Partai kita terseret dalam pusaran air keruh Harun Masiku hingga banyak korban. Saran saya sebagai seorang kader lebih baik menenggelamkan Harun Masiku dan para patronnya yang bersama-sama telah membuat partai ini inflasi dan mencoreng lembaga partai terhormat ini.

Harun Masiku Kader Terbaik?

Pernyataan mengagetkan keluar dari seorang pimpinan tertinggi partai ini sang Sekjen Hasto saat diwawancara oleh media.

Harun Masiku Kader Terbaik. Parameter politik elektoral terkait pada perolehan suara. Harun Masiku hanya meraup 5.878 suara. Diatasnya ada Diah Okta 13.310, disusul Dody Julianto 19.776. Di atasnya lagi Darmadi Jufri 26.103.

Sementara suara kedua yang kini menjadi polemik atas kasus ini adalah Rizky Aprilia memperoleh suara 44.402.

Almarhum Nazarudin Kiemas memperoleh suara >100 rb. ALMARHUM memang kader terbaik, walau sudah di dalam kubur, pemilih masih mempercayai untuk tetap menjadi aspirator.

Lantas dimana rumus yang menyebutkan bahwa Harun Masiku adalah kader terbaik? Suaranya saja hanya 5 ribu suara masih dibawah Dany Ramang yang pernah jadi Caleg DPRD Prov Jabar Dapil SMS.

Apakah karena dapat beasiswa dari Ratu Inggris? Apakah karena pakar hukum ekonomi internasional? Atau karena punya uang ratusan juta untuk menyuap komisioner?

Pertanyaan itu akan mentah, bahwa Harun Masiku Bukan kader terbaik, karena di demokratpun tak terlalu diakui perolehan suaranya rendah. Melakukan politik kotor, menyeret nama besar partai yang anti korupsi menjadi pro Korupsi. Membeli kursi ratusan juta untuk mendongkel hak orang, melarikan diri, dan sebagainya.

Masihkah kita mau berkata bahwa Harun Masiku kader baru yang membuat banyak masalah kata FX Rudi.

Ya, Harun Masiku adalah Klambi Anyar Merah yang pamer keburukan politik yang telah membongkar orang-orang yang berpraktek buruk dalam politik.

Jangan sampai 2H ini (Harun-Hasto) yang sedang berduet maut ini menjadi lonceng kematian demokrasi.

Duet Maut 2H semoga tak menjadi ‘malaikat maut’

Duet Maut 2H ini telah banyak yang terseret dan membuka banyak tabir.

1. Mahfud MD yang gencar pada pengacara Setnov sdr. Frederick Yunadi bahwa beliau dapat dikenakan Obstruction of Justice Pasal 21 UU Tipikor. Akhirnya pengacara Setnov pun terjerat pada pasal yang menyebutkan menghalangi proses hukum.

Tetapi saat ditanya oleh wartawan soal adanya Menteri yang melakukan hal yang sama pada pasal 21 tersebut, Mahfud enggan berkomentar, dengan alasan itu urusan kementerian Hukum dan HAM, bukan urusan Kemenkopolhukam.

Pertanyaannya sejak kapan Kemenhumkam tidak menjadi bagian koordinasi Kemenkopolhukam.

Realita 2H ini telah mencabut daya kritis seorang Mahfud Md.

2. Hadirnya Menteri Hukum Dan HAM Yasona Laoly telah membuktikan bahwa tidak ada hubungan koordinasi dengan Dirjen Imigrasi soal keberadaan Masiku.

3. 2H telah membongkar tanpa sadar bahwa partai yang mempunyai standar ideal ternyata berpraktek tidak indah dengan mengesampingkan kader-kader terbaik yang memperoleh suara yang signifikan.

4. 2H telah membuat instansi terkait membentuk team untuk penangkapan Masiku.

5. 2H telah membuat potret buram negeri ini.

Atas dasar itu, maka kami selaku kader meminta pada pihak terkait memulihkan semua persoalan ini. Saya tidak mau Ibu Hj. Megawati dan Partai ini terseret jauh oleh Duet Maut 2H ini.

Partai ini ada, meminjam istilah FX Rudi, bukan oleh orang yang kelambi Anyar sing mbok pamerke neng aku. Tapi Partai ini tetap ada oleh Dudu Klambi abong sing mbok simpeun neng atimu.

Merah Di Hati itu yang utama.

Semoga kita semua tidak terbawa oleh duet maut yang membawa pada ruang gelap ketidakadilan. Aamiin.

Merdeka!

Bandung, 27/1/2020

*) Penulis adalah kader PDI Perjuangan nomor KTA : 32.04.28.005.120671.1460 dan Aktif di Firma Hukum Dark Justice Bandung

BERBAGI