Beranda Warta Desa Kades Belendung Ajak Warga Gotongroyong Bangun Mesjid dan Jembatan

Kades Belendung Ajak Warga Gotongroyong Bangun Mesjid dan Jembatan

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Kepala Desa (Kades) Belendung Kecamatan Cibogo, Hartono, memimpin kegiatan bakti sosial pembangunan Mesjid Al-Hidayah Kampung Ciguha RW 03 dan pembangunan jembatan di jalan alternatif jalan Malaka RT 19/07 Kampung Parigi.

Kegiatan bakti sosial yang berlangsung Minggu (26/1/2020) dan dihadiri oleh jajaran Pemdes Belendung, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat dan warga Desa Belendung ini, bertujuan untuk menanamkan budaya gotongroyong di kalangan masyarakat.

“Melalui bakti sosial ini diharapkan untuk meningkatkan gotongroyong di masyarakat, juga untuk memperkuat tali silaturahmi antarwarga,” ujar Kades Hartono, kepada Jabarpress.com.

Menurut dia, pembangunan jembatan di jalan alternatif itu sangat penting untuk menghubungkan Kampung Parigi ke Kampung Cisaga.

“Pembangunan jembatan tersebut menghabiskan biaya sebesar Rp5 juta dengan volume 4 X 3 meter itu swadaya murni, diharapkan dengan adanya pembangunan tersebut bisa bermanpaat bagi warga petani dan para pengguna jalan yang melintasi jembatan tersebut,” papar Hartono.

Ketua panitia pembangunan Mesjid Al-Hidayah, Wa Dase Rudiansyah, menyebut, pembangunan mesjid dengan ukuran 11 X 9 meter direalisasi pada 12 Desember 2019 lalu sampai saat ini baru pengecoran atap beton. Pembangunan tersebut diperkirakan baru mencapai 40%.

“Pembangunan itu hasil jerih payah warga Kampung Ciguha RW 03,” imbuh Wa Dase.

Dia menambahkan, kegiatan pembangunan sarana peribadatan itu merupakan hasil swadaya murni.

“Kami ucapkan terimakasih kepada para donatur yakni hamba Alloh yang peduli terhadap pembangunan Mesjid Alhidayah tersebut, kami bekerja sama dengan warga, Babinsa, Babinkamtibmas, Pemdes Belendung dan steakholder yang ada,” imbuhnya.

Ketua RT 19 Cali menyampaikan, jembatan yang sedang dibangun ini mengalami kerusakan 7 bulan lamanya diakibatkan diguyur hujan terus menerus dan bobot mobil yang melintasi jembatan tersebut terlalu berlebihan, sementara jembatan tidak standar dengan tonase mobil.

“Kekuatan jembatan diperkirakan 5 ton, sementara mobil angkut diperkirakan 10 ton,” ucapnya.

Pihaknya berharap, para pengguna jalan terutama para petani yang menarik hasil panen, minimal harus 5 ton, jangan sampai berlebihan.

“Mari kita rawat sama-sama jembatan tersebut karena ini milik kita semua untuk menjaga kerusakan, diharapkan kepada warga petani khususnya dalam mengangkut hasil panennya agar dibatasi tidak boleh melebihi kapasitas,” pungkasnya.

(Ajat Sudrajat)

BERBAGI