Beranda Daerah Berbekal Anggaran 2019, PKBM Karya Sejahtera Buka Program PKW

Berbekal Anggaran 2019, PKBM Karya Sejahtera Buka Program PKW

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Kepala Bidang (Kabid) PAUD Dikmas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, Maman Rochman, membuka peserta program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) keterampilan mekanik sepeda motor tahun anggaran 2019 di PKBM Karya Sejahtera, Jl. MT Haryono Blok Kartadara Kelurahan Cigadung Kecamatan Subang, Selasa (21/1/2020).

Pembukaan program PKW dihadiri Kasi Kursus, H Dudi beserta jajaran, Ketua komite sekolah, tokoh masyarakat, RT/RW, penilik kecamatan, para tutor dan peserta kursus.

Ketua PKBM Karya Sejahtera, Ruchyat, mengatakan, berusaha semaksimal mungkin untuk membeli peralatan untuk pembelajaran.

“Alhamdulillah sudah lengkap seperti motornya ada dua, mesinnya ada dua, kunci-kuncinya sudah lengkap dan tutornya juga ada serta kita sudah MoU dengan Maju Motor dan semuanya sudah di-acc dan untuk total yang ikut program ini sebanyak 25 orang,” paparnya.

Pihaknya juga sudah mengembangkan jaringan ke perusahaan-perusahaan besar di Bandung dan Jakarta.

“Tinggal para peserta siap untuk menjadi para peserta yang baik, karena nanti dalam pembelajaran perbengkelan kita bisa melanjutkan ke bengkel-bengkel atau perusahaan-perusahaan besar seperti di Bandung dan Jakarta,” tutur Ruchyat.

Kabid PAUD dan Dikmas Disdikbud Subang, Maman Rochman, menyampaikan, pihaknya tidak perlu risau dan khawatir dengan pelaksanaan program ini, yang walaupun program ini kegiatan pada tahun 2019, walaupun lintas tahun karena memang kendala mekanisme.

“Pelaksanaan ini tidak salah, yang salah itu apabila mendapat program bantuan tidak dilaksanakan, itu baru kita salah,” ucapnya.

Dia menambahkan, justru ini adalah sebuah penyelamatan program pemerintah untuk disalurkan kepada masyarakat terutama dalam pelayanan pendidikan masyarakat. Karena mekanisme proses pengajuan ini tidak begitu mudah dan tidak semua kelompok kerja dan tidak semua masyarakat dapat kesempatan yang sama, karena lembaga mengajukan melalui sistem aplikasi masuk ke Direktorat ke pusat Kementerian, baru turun ke bidang yang dipimpinnya.

“Lalu kita melakukan verifikasi benar-tidak bangunannya, muridnya ada atau tidak, dan programnya jelas, setelah itu baru saya keluarkan rekomendasi. Setelah itu baru keluar bantuan pemerintah pusat langsung ke rekening lembaga. Bahwa program yang kita lakukan itu adalah program bantuan pemerintah sebagai layanan kepada masyarakat, makanya kita jangan beranggapan bahwa pemerintah pilih kasih, karena pemerintah sudah menyediakan berbagai program, berbagai layanan pendidikan untuk menciptakan manusia yang sejahtera. Jadi kepada PKBM-PKBM yang jelas diterapkan program ini tidak bisa satu hari, dua hari minimal satu bulan harus dilaksanakan, sementara anggaran dari pusat baru masuk ke rekening kita akhir tahun 2019,” papar Maman.

(M Sunardi)

BERBAGI