Beranda Seni Budaya ‘Menulis’ Juga Bisa Mudah dan Menyenangkan

‘Menulis’ Juga Bisa Mudah dan Menyenangkan

BERBAGI

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan kata “menulis”. Bagaimana tidak? Menulis sudah diajarkan sejak kita masih duduk di bangku Taman Kanak – Kanak ataupun Sekolah Dasar. Bahkan, beberapa orang sudah diajari menulis sebelum mereka memasuki dunia persekolahan baik itu oleh orang tuanya maupun orang lain. Dimulai dari menulis huruf alphabet sampai menulis banyak kosakata.

Tujuan dari menulis adalah untuk menciptakan suatu catatan yang berisi suatu informasi yang bisa berupa ilmu pengetahuan ataupun hiburan. Menulis sering dikaitkan dengan suatu karya sastra seperti novel, cerita pendek, fabel, puisi, dan lain – lain. Meskipun sudah diajari menulis sedari kecil, orang – orang masih mengatakan bahwa menulis suatu karya sangat sulit.

Kenapa menulis suatu karya dianggap sulit? Menulis suatu karya tidak seperti menulis sebuah catatan pelajaran. Dalam menulis suatu karya, kita dituntut untuk menyampaikan berbagai macam emosi ataupun pesan agar bisa diterima oleh pembaca, sedangkan menulis sebuah catatan hanya untuk memberikan informasi ataupun pengetahuan.

Menulis suatu karya juga butuh pembendaharaan kosakata yang sangat banyak agar kita bisa membuat tulisan yang menarik di mata para pembaca. Tidak seperti menulis catatan, membuat suatu karya bisa mencapai ratusan halaman tergantung dari karya yang dibuat seperti novel > 100 halaman, cerita pendek 3 – 10 halaman, puisi 1 halaman, dan lain – lain. Akan tetapi, di pembahasan saya kali ini lebih menekankan kepada menulis sebuah cerita.

Memang mengesalkan ketika kita sedang menulis tiba – tiba kita kehadisan ide untuk tulisan kita selanjutnya. Namun, menulis cerita juga bisa menyenangkan dan mudah, lho! Bagi orang yang sudah nyaman ketika menulis cerita pasti akan merasakan kesenangan ketika menulis. Ketika kita menulis cerita, kita bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi tokoh yang kita ceritakan.

Kita juga bisa merasakan kesenangan dari tokoh yang kita buat. Selain itu, menulis cerita juga bisa menyenangkan ketika kita mengamati dan mencari bahan untuk ide cerita kita. Kita bisa berpikir sembari bersantai selagi mencari bahan.

Menulis cerita kok bisa dianggap mudah? Sebenarnya mudah atau sulit itu relatif. Tergantung kepada orang yang melakukannya seperti suatu pekerjaan mudah dikerjakan karena kita sudah terbiasa. Akan tetapi, pada dasarnya semua hal akan terasa mudah jika kita menganggapnya menyenangkan.

Oleh karena itu, kita harus menikmati setiap proses ketika menulis cerita. Selain itu, menulis cerita juga akan lebih mudah jika kita tahu dasar – dasar dan tahapan dalam membuat sebuah cerita.

Apa saja sih dasar dan tahapan ketika kita menulis cerita? Saya mendapatkan pengetahuan ini dari e-book karya Raditya Dika yang berjudul ‘Rahasia Menulis Kreatif’.

Ada tiga hal yang saya ambil yang menurut saya paling berperan ketika akan membuat cerita. Hal yang paling dasar dan yang harus kita tentukan terlebih dahulu adalah tema. Jika tidak ada tema, sebuah karya akan sulit dibuat. Tema bisa diambil dari mana saja dan akan lebih mudah jika mengambilnya dari pengalaman hidup kita. Penulis profesional biasanya mengambil tema dari kegelisahan mereka.

Selanjutnya, dari sebuah tema tersebut kita buat sebuah premis. Di dalam premis terdapat hal yang ingin dicapai dan halangan yang akan dihadapi oleh tokoh utama. Terakhir, kita harus membuat daftar nama tokoh yang akan hadir di dalam cerita yang kita buat beserta krakteristiknya. Hal tersebut agar kita bisa memahami tokoh yang kita buat sehingga mempermudah kita ketika membuat ceritanya. Itulah tiga hal yang mempermudah kita saat akan menulis sebuah cerita.

Pada dasarnya, mudah atau sulit itu relatif dan tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Semua orang bisa menulis sebuah cerita tetapi mungkin tidak akan seahli penulis profesional. Segala sesuatu akan mudah dilakukan jika kita menikmatinya. Oleh karena itu, kita harus terus berpikiran positif dan menikmatinya ketika kita melakukan suatu hal.

Penulis: M. Dani Agustian (Pelajar Kelas XII MIPA 4 SMAN 1 Subang)

BERBAGI