Beranda Nasional Keren, Dukungan Industri Pertahanan Dalam Negeri Untuk Kemajuan Pendidikan Di TNI AL

Keren, Dukungan Industri Pertahanan Dalam Negeri Untuk Kemajuan Pendidikan Di TNI AL

BERBAGI

Foto: Dukungan Industri Pertahanan Dalam Negeri untuk Kemajuan Pendidikan TNI-AL.

PROBOLINGGO – Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla) TNI AL baru saja memiliki peralatan baru Gunnery Firing Range (GFR). GFR terdiri dari Sewaco (Sensor, Weapon, and Command) layaknya kapal perang yang dapat digunakan untuk latihan menembak dengan meriam tanpa harus mengoperasikan kapal perang di laut sehingga sistem ini dapat dipergunakan secara intensif oleh TNI-AL.

Menurut Manajer Komunikasi Korporasi PT Len Industri (Persero) Rastina Anggraeni di Bandung, Jumat (6/12/2019) sistem ini juga dapat menjadi laboratorium untuk pengembangan doktrin tempur TNI-AL. GFR terpasang di Pusat Penembakan Kodikopsla Kodiklatal, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.

Hari ini diresmikan oleh Aslog Kasal Laksda TNI Moelyanto, M.si (HAN), yang selanjutnya akan digunakan Kodikopsla untuk fasilitas pelatihan mulai awal 2020 mendatang. Hal ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan berita acara oleh Aslog Kasal di Paiton, Jumat (6/12/2019).

Laksda TNI Moelyanto dalam sambutan dan tinjauannya menyampaikan, “Sebuah mimpi besar untuk memiliki sarana prasaran yang dapat mengasah manajemen tempur prajurit. Ini merupakan kerjasama dan inovasi yang luar biasa antara TNI AL dan PT Len Industri, yang memberikan nilai tambah dengan beberapa inovasi yang dilakukan Len. Sebelumnya latihan hanya dengan artileri darat saja, setiap kegiatan membawa meriam dari Surabaya ke Paiton. Ini tidak dapat dinilai dengan materi, karena nanti untuk membangun SDM.”

Komisaris Utama PT Len Industri (Persero), Laksda (Purn) Ir. Leonardi yang hadir dalam peresmian ini mengatakan, ‘’Kita turut bangga bisa ikut membantu menyediakan fasilitas ini untuk TNI. GFR ini sudah menggunakan CMS atau Combat Management System buatan para insinyur Len. Kita yang mengintegrasikan sensor-sensor dan persenjataannya ke CMS, pekerjaan sipilnya juga. Kita mulai mengerjakan proyek ini sejak tahun 2018 dan untuk ke depannya rencananya GFR akan dilengkapi dengan Meriam 57mm.”

PT Len Industri bersama Mabes TNI AL, Dinas Persenjataan dan Elektronika AL (Dissenlekal), dan Tim Dinas Kelaikan (Dislaik) sudah melakukan uji fungsi sistem ini dengan penembakan OTO Melara meriam 76mm.

“Pembangunan fasilitas ini terbagi dalam 2 kontrak yaitu bangunan dan sistem Sewaco. Saya rasa local conten-nya sudah cukup tinggi di kisaran 60 %,” imbuh Leonardi.

*Tentang PT Len Industri*

PT Len Industri (Persero) adalah perusahaan BUMN berbasis teknologi yang bergerak dalam bidang elektronika untuk industri dan prasarana. Kini Len memiliki lini bisnis, yaitu elektronika pertahanan, ICT (Information & Communication Technology), sistem navigasi, transportasi perkeretaapian, dan energi baru terbarukan.

Di bidang pertahanan, Len memiliki peran penting dalam pengembangan Combat Management System (CMS), taktikal datalink, taktikal radio militer, naval intercom, serta pengembangan radar pertahanan.

PT Len Industri (Persero) berasal dari LEN (Lembaga Elektroteknika Nasional) yang berdiri sejak 1965 sebagai lembaga penelitian di bawah LIPI. Pada tahun 1991, LEN bertransformasi menjadi sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai entitas bisnis profesional dengan nama PT Len Industri (Persero).

Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi dan berada di garda depan dalam berbagai sektor usaha di Indonesia. Saat ini Len berada di bawah koordinasi Kementerian BUMN RI dengan kepemilikan saham 100% oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Dudy Supriyadi

BERBAGI