Beranda Jabar Dukung Indonesia Bebas TBC 2035, LKNU SSR4 Perkuat Kapasitas Kader

Dukung Indonesia Bebas TBC 2035, LKNU SSR4 Perkuat Kapasitas Kader

BERBAGI

Jabarpress.com, Purwakarta-Lembaga Kesehatan Nahdatul Ulama (LKNU) Subsubreceived 4 (SSR) Subang-Purwakarta menggelar refreshing (penguatan) kader tuberculosis sebagai upaya mendukung eliminasi penyakit TBC di Indonesia yang ditargetkan tercapai pada 2035.

Kegiatan ini digelar secara marathon selama dua hari, 30 November-1 Desember 2019 di Auditorium RM Soka 92 Jl. Veteran Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan diikuti oleh 27 kader TB LKNU dari berbagai Puskesmas di Purwakarta.

Koordinator SSR Subang-Purwakarta, Deden Fahruji (27), mengatakan, kegiatan refreshing merupakan bentuk upaya untuk mereview dan mengingatkan kembali materi dan praktik alur penemuan indek kasus pasien TBC oleh kader di lapangan.

“Refreshing kader juga sebagai forum untuk sharing antara kader dan SSR terkait strategi peningkatan capaian, pemetaan indek kasus, perencanaan kegiatan investigasi kontak dan skrining pada populasi umum, juga agar dapat terjalin sinergitas kembali,” ujarnya kepada Jabarpress.com, Minggu (1/12/2019).

Dia menyebutkan, peserta kegiatan mendapatkan materi pelatihan untuk mengidentifikasi kasus TBC melalui investigasi kontak. Kemudian, pendampingan pasien TBC untuk menuntaskan pengobatan dan advokasi untuk dukungan penanggulangan TBC dari berbagai pihak pemangku kepentingan. Tujuan akhirnya yakni eliminasi TBC di Indonesia tahun 2035.

Dalam hal teknis penyelenggaraan kegiatan tersebut, LKNU Subang-Purwakarta menggandeng Dinas Kesehatan, sehingga peran bersama yang dilakukan itu mendorong berbagai pihak untuk turut serta mencegah penyebaran penyakit TB khususnya di Kabupaten Subang dan Purwakarta.

“Para kader TB LKNU melakukan praktek ke lapangan terkait dengan investigasi kontak pasien di wilayah sekitar kegiatan, setelah sehari sebelumnya kegiatan diisi materi oleh pihak dinkes, fasilitator dan team,” ucapnya.

Salah satu kader yang mengikuti kegiatan refreshing kader dari PKM Koncara, Ati, mengungkapkan, dengan adanya kegiatan ini, para kader dapat belajar kembali terkait kekurangan investigasi di lapangan apa, dan dapat menanyakan langsung ke SSR terkait pelaksanaan investigasi penemuan kasus pasien TBC ini.

“Selain materi, kita juga langsung praktek ke lapangan, sangat membantu sekali mengingat form investigasi yang banyak juga,” imbuhnya.

BERBAGI