Beranda Hukum Ratusan Santri dan Kyai Padati Halaqoh Kebangsaan dan Bedah Buku Daulah Islamiyah

Ratusan Santri dan Kyai Padati Halaqoh Kebangsaan dan Bedah Buku Daulah Islamiyah

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Ratusan santri dan kyai dari pondok pesantren memadati acara Halaqoh Kebangsaan & Bedah Buku “Daulah Islamiyah dalam Al Qur’an dan Sunnah” yang digelar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Subang di aula Pondok Pesantren Pagelaran III Desa Gardusayang Kecamatan Cisalak, Sabtu, (23/11/2019).

Acara menghadirkan Pemateri Gus M. Najih Arromadloni, M.Ag (Intelektual Muda NU, Ikatan Alumni Suriah Indonesia, Penulis Buku Daulah Islamiyah) dan Kang Ayik Heriansyah (Ketua HTI UI 2003, Ketua HTI Bangka Belitung 2004-2010, LD PWNU Jabar, LTN NU Kota Bandung).

Ikut hadir dalam acara tersebut majelis pimpinan ponpes Pagelaran III KH Dandy Shobron, KH Asep Asrofil Alam dan ketua Lakpesdam Subang Asep Alamsyah Heridinata serta Ketua PCNU Kabupaten Subang KH Satibi yang membuka acara secara resmi.

KH Satibi dalam sambutannya kepada seluruh peserta bahwa kegiatan ini sangat penting dalam rangka memurnikan ajaran Nahdatul Ulama dan menjauhkan pemikiran radikal yang bertentangan dengan ajaran Islam.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Lakpesdam ini mudah mudahan bisa menjadi motivasi bagi lembaga lainnya dalam menyelenggarakan acara seperti ini, lembaga lain juga sudah mengadakan acara bedah buku juga tentang Islam Nusantara oleh Lesbumi dan LBM di Islamic Centre Subang, belum lama ini,” ungkapnya.

Dia juga mengingatkan pentingnya memfilter pemikiran menyimpang yang merugikan, dengan kajian tersebut akan membuat masyarakat berfikir normal, jenius, dalam menghadapi situasi yang terkadang membuat terpengaruh oleh ajakan-ajakan berfikir radikal.

“Contohnya berfikir cepat emosi berfikir yang bertentangan dengan ajaran ahlussunah wal jamaah, Dimana ajaran ahlussunah wal jamaah nahdhiyah selalu mengajak berfikir positif, sopan dalam membela agama yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa ajaran ahlussunah wal jamah anahdhiyah yang dikembangkan Nahdtahul Ulama (NU) adalah yang mengajak umat untuk berakhlakul karimah.

“Karena inti ajarannya adalah tentang keimanan dan keislaman kita yang menjadikan kita warga NU berakhlakul Karimah karena tanpa akhlakul karimah justru keimanan dan keislaman kita dipertanyakan,” terangnya dihadapan ratusan jamaah.

Acara dialog bedah buku berlangsung menarik, ratusan peserta yang terdiri dari santri, guru dan para kyai mendapat pencerahan serta pengetahuan baru tentang bahaya radikalisme dan intoleransi di kalangan umat Islam.

BERBAGI