Beranda Hukum Garap Proyek Rehab Sekolah Senilai Rp14 Miliar Tanpa Ungkap Anggaran/Sekolah, PT Hassco:...

Garap Proyek Rehab Sekolah Senilai Rp14 Miliar Tanpa Ungkap Anggaran/Sekolah, PT Hassco: Kebutuhan Dana Menyesuaikan, Bisa Nambah atau Kurang

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Kontraktor yang mengerjakan proyek rehabilitasi dan renovasi SDN Wanakarya Desa Manyingsal Kecamatan Cipunagara, PT Hassco Laju Perkasa, angkat bicara ihwal tidak dicantumkannya besaran nilai anggaran proyek.

Pelaksana proyek dari PT Hassco Laju Perkasa, Agus, mengaku, belum mendapat izin untuk mencantumkan besaran nominal anggaran, karena di sekolah tersebut anggaran bisa bertambah ataupun berkurang mengingat CCO-nya belum final.

“Untuk (kebutuhan anggaran) SDN Wanakarya bisa jadi bertambah dan sepertinya enggak akan berkurang,” ujar Agus saat dikonfirmasi Jabarpress.com lewat pesan Whatssapp, Kamis (7/11/2019).

Dia mengungkapkan, perusahaannya menggarap proyek rehabilitasi dan renovasi sebanyak 20 sekolah (SDN dan SMP) di 3 kabupaten di Jawa Barat, 8 sekolah diantaranya di Kabupaten Subang.

Namun, pihaknya belum bisa menentukan berapa nilai pekerjaan untuk masing-masing sekolah, termasuk untuk SDN Wanakarya, karena semua belum final masih ada satu kali lagi perubahan CCO menyesuaikan kebutuhan sekolah penerima manfaat.

Intinya, sambung dia, semua dana harus habis terpakai karena akan diaudit pihak BPK dan kejaksaan.

“Yang jelas, total jeneral pekerjaan sekitar Rp14 M terbagi di 20 sekolah di 3 kabupaten di Jawa Barat. Untuk Subang ada 8 sekolah,” papar Agus.

Dalam proyek ini, pekerjaan pokok yang dilaksanakan pihaknya meliputi perbaikan dinding, penggantian atap kusen lantai dan pengecatan ulang.

“Rencana kusen (pakai) aluminium,” imbuhnya.

Dia menyebut, dari total 8 sekolah di Subang, SPK-nya hanya satu, dengan format papan informasi proyek yang sama, tanpa mencantumkan nilai anggaran pekerjaan.

Sedangkan pengawasan pekerjaan dilakukan langsung oleh Dinas PUPR Provinsi Jawa Barat.

“Maaf, insyaallah kami bekerja sesuai bestek dan kami ceklit secara berkala oleh fihak konsultan dan PUPR Propinsi Jawa Barat,” tutur Agus.

Terkait proses pekerjaan pengadukan secara manual dan penggunaan semen garuda, pihaknya memastikan pekerjaannya sesuai bestek dan memperhatikan kualitas.

“Monggo kalo mau cek di lokasi untuk material dan teknik pekerjaan kami siap untuk kritik dan saran. Tentunya yang sesuai bestek. Kami hanya fihak pelaksana, hanya bisa mengerjakan dan memberi masukan saja. (Soal penggunaan semen dan pengadukan) kalau menurut saya akan sama kwalitasnya tergantung pengadukan dan campurannya,” pungkas Agus.

Sebelumnya diberitakan, SDN Wanakarya Desa Manyingsal Kecamatan Cipunagara tengah direnovasi, Rabu (6/11/2019).

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam papan nama proyek, pekerjaan rehabilitasi dan renovasi SDN Wanakarya dilaksanakan oleh PT Hassco Laju Perkasa dari Jakarta Timur sejak 2 September 2019 dengan sumber dana dari APBN.

Namun, papan informasi itu tidak mencantumkan besaran nilai anggaran proyek tersebut, yang menjadi daya dukung penting bagi transparansi dan keterbukaan publik sesuai ketentuan perundang-undangan.

Pjs Kepala Desa (Kades) Manyingsal Kecamatan Cipunagara, Darmawan Hayat, menyebut, pekerjaan yang dibiayai negara harus dilaksanakan secara transparan.

“Seharusnya pekerjaan apapun itu harus transparan, apalagi ini dilaksanakan oleh PT,” ujar Darmawan, Rabu (6/11/2019).

Berdasarkan penelusuran dan pantauan, kendati proyek rehabilitasi dan renovasi SDN Wanakarya dimenangkan oleh PT Hassco Laju Perkasa, namun pekerjaan di lapangan diborongkan ke beberapa pelaksana, diantaranya pekerjaan atap bajaring (konstruksi bagian atas) dan konstruksi bagian bawah.

(Udin Samsudin)

BERBAGI