Beranda Hukum Ungkap Modus Suap CPNS K2, Pengacara HTS Sebut CPNS Yang Lulus Titipan...

Ungkap Modus Suap CPNS K2, Pengacara HTS Sebut CPNS Yang Lulus Titipan Oknum Dewan dan Pejabat

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Kasus suap (gratifikasi) rekrutmen CPNS Honorer Kategori 2 (CPNS K2) Kabupaten Subang yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tersangka mantan Kabid Pengadaan Pegawai BKD Subang, Heri Tantan Sumaryana (HTS), terus bergulir.

Setelah sebelumnya mengungkap nilai total suap yang diperkirakan mencapai Rp40-an miliar, kali ini, Penasehat Hukum HTS, Irwan Yustiarta, membocorkan modus operandi praktik suap dalam proses seleksi penerimaan CPNS K2 yang testingnya dilaksanakan tahun 2013 silam.

Tak hanya itu, Irwan juga mengungkap sejumlah hal mengejutkan terkait dugaan keterlibatan oknum DPRD dan oknum pejabat dalam praktik ‘titip-menitip’ calon PNS.

Hal ini terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka mantan Kepala Bidang Kepegawaian dan Pengadaan BKD Kabupaten Subang, HTS, yang dilakukan KPK.

Irwan menyebut, diantara modus praktik suap CPNS K2 ialah dengan mengubah status peserta CPNS dari semula ‘Tidak Memenuhi Syarat’ (TMS) menjadi ‘Memenuhi Syarat’ (MS).

“Itu menjadi modus operandi klien kami dipaksa untuk agar yang TMS menjadi MS dan atau berkasnya (yang) belum lengkap menjadi lengkap. Itu menjadi bagian dari modus operadi. Termasuk penahanan SK Pengangkatan,” papar Irwan.

Nilai gratifikasi dari modus tersebut berkisar Rp50 juta sampai Rp200 juta per orang/peserta. Dalam BAP tersebut, gratifikasi dilakukan atas saling percaya kepada sekitar 2.000 – 3.000 peserta testing.

“Termasuk yang tidak lulus juga nyogok (memberikan gratifikasi/menyuap),” katanya.

CPNS Yang Lulus Titipan Oknum Dewan dan Pejabat

Pengacara yang selalu tampil berbusana putih ini juga menegaskan, semua peserta CPNS yang lulus merupakan titipan oknum anggota dewan dan oknum pejabat.

“Yang lulus murni itu bohong. Itu terungkap dalam BAP. Artinya tidak ada yang dikatakan lulus murni dari semua terindikasi upaya-upaya pendekatan dengan nilai 50 juta (rupiah) sampai 200 juta (rupiah). Itu yang ada di BAP klien kami. Modus itu datang pengajuan kepada klien kami titipan dari oknum pejabat dan oknum-oknum lainnya dibuat saling kepercayaan. Tetapi setelah lulus belum bayar lalu dilakukan penagihan,” pungkas Irwan.

(Teddy W / Usep)

BERBAGI