Beranda Ekonomi 26 Pesantren Ikuti Audisi OPOP Tingkat Jabar

26 Pesantren Ikuti Audisi OPOP Tingkat Jabar

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Sebesar 40% pelaku usaha pesantren di Jawa Barat sudah tampak siap menguasai pasar.

“10% lainnya sudah siap menguasai pasar nasional,” ujar juri Audisi One Pesantren One Product (OPOP), Wawan Dewanto di Hotel Fave Subang, Kamis (31/10/2019).

Menurut Wawan, dalam audisi ini ada beberapa kriteria penilaian yang dilakukan kepada produk pesantren. Diantaranya aspek pasar produk yang dijual, kemudian potensi dan kemungkinan tingkat diminati pasar terhadap produk yang dijual.

“Kami juga menilai apakah produk yag dijual dari sisi bisnis menguntungkan atau tidak? Lalu produknya inovatif atau tidak?” imbuh juri dari ITB ini.

Audisi OPOP ini merupakan bagian kegiatan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat dalam memberdayakan pesantren supaya memiliki daya saing secar akompetitif bagi para alumninya.

Ada 10 kategori yang tampilkan dalam audisi ini diantaranya ialah produk pertanian, makanan, peternakan, perkebunan, konveksi, video klip, pakaian dan jasa.

“Kita juga menilai soal keunikan dari produk-produk baik inovasi produk maupun keunikan inovasi pemasarannya,” ujarnya lagi.

Kegiatan ini diikuti oleh 52 orang peserta dari 26 pesantren dari Subang dan Purwakarta yang masing-masing kabupaten 13 pesantren dengan 2 orang peserta dari tiap pesantren.

Salah seorang pelaku usaha, yaitu Naili dari Pesantren Miftahul Bariyah Tanjungsiang Subang menyebutkan keberadaan audisi ini sangat membantu untuk membangun jaringan sesama pelaku usaha pesantren.

“Sekaligus kita juga saling memotivasi,” imbuh pelaku usaha bidang kerudung ini.

Kemudian dia bercerita mengenai tantangan dalam melakukan pemasaran usaha kerudung ini dari konvesional sampai memanfaatkan media sosial.

“Dari semula memasarkan ke ibu-ibu pengajian, Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan online untuk menyasar yang luas lagi,” terangnya.

Tantangannya terlihat dari penawaran barang sampai pembeli mau pada produk. Kemudian tantangan lainnya pada masalah pengiriman.

Jadi, kata dia, dengan adanya kegiatan Audisi ini selain sebagai tolok ukur kemampuan para pelaku usaha pesantren bisa meningkatkan kualitas dan saling motivasi satu dengan lainnya.

(Teddy W / Usep)

BERBAGI