Beranda Pendidikan Dewan Pendidikan Sebut Pendirian SMA Baru Di Subang Selatan Perlu Kajian, Agar...

Dewan Pendidikan Sebut Pendirian SMA Baru Di Subang Selatan Perlu Kajian, Agar Tak Ganggu Suplay Siswa

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Dewan Pendidikan (Wandik) Kabupaten Subang mendukung keinginan masyarakat Subang Selatan yang menghendaki adanya SMA baru.

Namun, harus ada kajian geografis dan demografis agar pendirian unit SMA baru tepat sasaran dan tidak mengganggu eksistensi SMA maupun SMK yang sudah ada sekarang.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pendidikan Subang, Taswa Witular, Sabtu (12/10/2019).

Secara prinsip, ungkap Taswa, Dewan Pendidikan mendukung wacana pendirian SMA di wilayah selatan. Hal tersebut sesuai dengan kebutuhan saat ini, dimana pada PPDB tahun 2019 SMAN Jalancagak kewalahan.

“Pantauan kami, saat PPDB terjadi overload ratusan siswa, karena daya tampung terbatas. Dengan begitu maka pendirian USB (Unit Sekolah Baru) SMA suatu keniscayaan,” katanya.

Namun, untuk lokasi pendiriannya, masih diperlukan kajian.

“Perlu diketahui, yang dimaksud wilayah selatan yang berkaitan dengan pendirian USB SMA ini adalah Ciater, Cisalak dan Kasomalang. Sagalaherang kita asumsikan sudah tercover oleh SMA Serangpanjang. Lalu, dari 3 kecamatan itu, dimana secara kalkulasi USB itu harus segera didirikan? Kalau di Ciater, sudah ada SMK dan dekat dengan Jalancagak. Jadi kalau di Ciater berdiri SMA, maka SMA Jalancagak akan terganggu suplay siswanya,” papar Taswa.

Selanjutnya, sambung dia, kalau pendirian SMA dilakukan di Cisalak, juga akan mengganggu eksistensi SMK-SMK yang sudah ada.

“Perlu diketahui, di Cisalak sudah berdiri kurang lebih 3 SMK. Walaupun swasta, tapi mereka harus tetap hidup, harus tetap bisa menerima siswa, karena investasi yayasan-yayasan untuk membangun sekolah-sekolah tersebut tidaklah sedikit. Bukan hanya ‘mengganggu’ SMK-SMK yang sudah ada di Cisalak, pendirian USB SMA di Cisalak juga akan ‘mengganggu’ suplay siswa ke SMAN Tanjungsiang yang saat ini sudah mulai bagus, karena siswanya berasal dari Tanjungsiang sendiri dan juga dari Cisalak. Kalau dipaksakan berdiri SMA di Cisalak, maka SMA Tanjungsiang tidak akan maksimal sampai 36 rombel,” paparnya.

Menurut dia, seyogyanya pendirian USB terlepas dari berbagai kepentingan yang tidak terlalu produktif sehingga anggaran yang tercurah tidak sia-sia.

“Karena itu, harus ada pertimbangan geografis dan demografis, maka alangkah tepat bila USB SMA di wilayah selatan dibangun di Kasomalang. Karena nanti siswanya berasal dari wilayah Kasomalang sendiri, sebagian dari Cisalak, sebagian lagi dari Jalancagak yang sekarang ini sudah tidak tertampung oleh SMA Jalancagak. Pendirian USB SMA di wilayah Selatan Subang harus berdasarkan persoalan real kebutuhan, bukan didasarkan atas ego kepentingan apapun,” tegas Taswa.

(Samsudin/Udin)

BERBAGI