Beranda Pendidikan Bidang GTK Disdikbud Geber Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran

Bidang GTK Disdikbud Geber Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Menindaklanjuti hasil rakernas bersama Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) di Jakarta yang menyampaikan di era globalisasi dewasa ini, tantangan peningkatan mutu dalam berbagai aspek kehidupan tidak dapat ditawar lagi.

Pesatnya perkembangan iptek dan tekanan globalisasi yang menghapuskan tapal batas antarnegara, mempersyaratkan setiap bangsa untuk mengerahkan pikiran dan seluruh potensi sumberdaya yang dimilikinya untuk bisa tetap bertahan dan dapat memenangkan persaingan dalam perebutan pemanfaatan kesempatan dalam berbagai sisi kehidupan.

Salah satu upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas siswa adalah menyelenggarakan program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP).

Kabid Peningkatan Kualitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Subang, Apud Setiawan, mengatakan, Bidang GTK telah melaksanakan program peningkatan kualitas SDM guru baik melalui pengelolaan Pusat Kegiatan Guru (PKG) maupun melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SD/SMP serta Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK).

Dia berharap, bisa tercapai jika pendidikan di sekolah diarahkan tidak semata-mata pada penguasaan dan pemahaman konsep-konsep ilmiah, tetapi juga pada peningkatan kemampuan dan keterampilan berpikir siswa, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi yaitu keterampilan berpikir kritis.

“Artinya, guru perlu mengajarkan siswanya untuk belajar berpikir. Kehidupan dalam era globalisasi dipenuhi oleh kompetisi-kompetisi yang sangat ketat. Keunggulan dalam berkompetisi terletak pada kemampuan dalam mencari dan menggunakan informasi, kemampuan analitis-kritis, keakuratan dalam pengambilan keputusan, dan tindakan yang proaktif dalam memanfaatkan peluang-peluang yang ada,” ujar Apud, Minggu (13/10/2019).

Kemampuan berpikir formal siswa yang mencakup kemampuan berpikir hipotetik-deduktif, kemampuan berpikir proporsional, kemampuan berpikir kombinatorial, dan kemampuan berpikir reflektif sebagai kemampuan berpikir dasar, perlu dijadikan sebagai substansi yang harus digarap secara serius dalam dunia pendidikan khususnya di Subang.

Kemampuan berpikir dasar ini harus terus dikembangkan menuju kemampuan dan keterampilan berpikir kritis. Berpikir kritis merupakan topik yang penting dan vital dalam era pendidikan modern.

Tujuan khusus pembelajaran berpikir kritis dalam pendidikan sains maupun disiplin yang lain adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir siswa dan sekaligus menyiapkan mereka agar sukses dalam menjalani pembelajaran semasa di bangku sekolah.

“Dengan dimilikinya kemampuan berpikir kritis yang tinggi oleh siswa SD dan SMP, maka mereka dapat mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum atau yang akan dicapai dalam proses pembelajaran,” katanya.

Apud mengatakan, Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Sistem Pendidikan Nasional. Ujian Nasional adalah system evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan.

Sebagai bagian dari Evaluasi Indonesia melakukan Benchmark Internasional dengan mengikuti Trends in Internasional Mathematics and Science Study (TIMSS) dan Frogramme For Internasional Student Assessment(PISA).

Dari hasil survai tersebut, Indonesia mendapatkan nilai rata-rata 397, menempati peringkat ke-4 dari 43 negara yang mengikuti Survai TIMSS.

Sedangkan dari hasil survai PISA, Indonesia mendapat rata-rata nilai 403 dengan peringkat ke-3 dari bawah di tahun 2015.

“Untuk mengejar itu, kami terus melakukan upaya berupa kegiatan peningkatan SDM para tenaga pengajar SD dan SMP dengan mendatangkan instruktur dari luar untuk memberikan ilmu kepada mereka,” pungkas Apud.

BERBAGI