Beranda Daerah Dikawal TP4D, Proyek Jalan Beton Binong-Jatireja Rp10 Miliar Sudah Retak-retak

Dikawal TP4D, Proyek Jalan Beton Binong-Jatireja Rp10 Miliar Sudah Retak-retak

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Proyek peningkatan struktur jalan Binong-Jatireja Kecamatan Compreng senilai Rp10.229.890.000 bersumber dari APBD Subang Tahun Anggaran 2019 yang baru dikerjakan beberapa minggu, kondisinya kini sudah rusak retak-retak.

Padahal, proyek tersebut diawasi oleh TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah).

Kondisi tersebut dipertanyakan oleh sejumlah kalangan.

Ketua LSM Gerak, Amat Suhenda, mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek puluhan miliar itu yang dinilainya asal-asalan, padahal diawasi oleh tim TP4D.

“Apakah kualitas beton yang kurang baik atau pekerja yang kurang propesional, sehingga baru beberapa minggu jalan cor tersebut sudah pada retak. Kemana pengawas TP4D? Kemana konsultan? Kok pekerjaan seperti itu dibiarkan saja,” ujar Amat, Selasa (8/10/2019)

Pihaknya menyayangkan dengan anggaran yang sangat besar tapi pekerjaannya terkesan asal-asalan.

“Sepertinya tidak ada pengawasan yang sangat intensif dari pihak konsultan dan TP4D, yang kami takutkan kejadian seperti di daerah Yogyakarta dimana tim TP4D pada praktiknya justru terlibat dalam kasus suap proyek, yang diduga mereka menyalahgunakan wewenangnya,” paparnya.

Dia berharap, tidak ada dugaan-dugaan miring terhadap TP4D Subang.

“Ketika kami melihat langsung ke lokasi, tidak ada peredam curing beton, yang ada hanya sebagian, padahal curing beton berguna agar beton tidak kehilangan kelembaban terlalu cepat, serta menjaga agar kondisi beton tidak mengalami keretakan. Tentu saja hal ini tak hanya menyebabkan pekerjaan kontruksi menjadi kurang berkualitas dan nantinya dapat membahayakan pengguna,” tutur Amat.

Tokoh pemuda Binong, Wawan Waluya, juga menyayangkan hasil pekerjaan proyek tersebut.

“Kami sebagai penerima manfaat atas pekerjaan tersebut sangat kecewa, dengan biaya signifikan besar dengan hasil sangat jelek, kami mohon kepada pihak terkait segera memeriksa kualitas pekerjaan itu,” imbuhnya.

Mengenai proyek tersebut, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.

(Asep Ocay)

BERBAGI