Beranda Nasional Anak SD diduga Dicabuli Pengusaha, Polisi: Pelaku Masih Jalani Pemeriksaan

Anak SD diduga Dicabuli Pengusaha, Polisi: Pelaku Masih Jalani Pemeriksaan

BERBAGI

KAB.SUKABUMI- Seorang anak dibawah umur berinisial SA (14) mengaku menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan oleh D (40) yang merupakan pengusaha es krim di wilayah Desa Sukamantri Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi. Tidak hanya SA, pelaku juga diduga telah menyuruh seorang anak laki – laki berinisial F (9) untuk melakukan adegan hubungan suami istri dengan SA.

Informasi yang dihimpun dari Kasi Kesra Desa Sukamantri, Mudi mengatakan, pelaku bermukim tidak jauh dari rumah kedua korbannya itu tengah melakukan pencabulan terhadap SA di gudang es krim, secara tidak sengaja diketahui oleh F, setelah itu, pelaku meminta F umtuk masuk ke gudang es krim dan langsung dikunci oleh pelaku.

“Saat di gudang es krim, si pelaku meminta korban untuk menonton film porno yang diputarkan oleh pelaku melalui HP miliknya, setelah menonton, pelaku menyuruh F untuk memeragakan adegan film porno tersebut terhadap SA,” katanya.

Dikutip dari sukabumi update Rabu (11/9/2019) Mudi mengungkapkan, peristiwa dugaan pencabulan tersebut diduga terjadi pada dua tahun yang lalu, namun baru empat hari belakangan ini bisa terungkap. Selain itu, Mudi menjelaskan, awal mula terungkapnya kasus pencabulan ini, ketika SA menginap di rumah tetangganya setelah pulang memulung.

“SA ini sudah terbiasa memulung di sekitar Gelanggang Cisaat, hasil uang dari memulung itu digunakan untuk kebutuhan SA, jadi waktu menginap di rumah tetangganya, dan SA kerap mendapat nasehat dari tetangganya tersebut,” ungkap Mudi.

Nasehat yang sering diterima oleh SA tersebut, memicu SA berani mengakui apa yang pernah dialaminya yakni dugaan pencabulan yang diduga dilakukan oleh bos es krim itu. Dari situlah kemudian kasus ini mulai terungkap dan tidak lama pihak keluarga melaporkan peristiwa ini pada pihak kepolisian.

“Bunyi nasehat yamg sering didengar SA yaitu, jangan sering pulang malam khawatir ada yang berbuat tidak baik, dari situlah SA mulai berani menceritakan hal tersebut terhadap keluarganya,” ujarnya.

Sementara itu, ibu korban, P (33) mengaku kaget dengan apa yang menimpa pada putrinya sejak kelas tiga SD tersebut, pasalnya selama dua tahun ini SA tidak pernah berterus terang.

“Menurut pengakuan anak saya, dia sering digituin sama D sejak duduk di kelas tiga, dan sekarang anak saya sudah duduk di kelas enam, dan saya baru mengetahui soal ini,” akunya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota Sukabumi AKP Maolana menyebutkan bahwa, kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap D.

“Pelaku sudah berada di Mapolresta Sukabumi, dan masih menjalani pemeriksaan, nanti kita rilis terhadap kawan – kawan media,” pungkasnya.

Eko|Indowarta

BERBAGI