Beranda Nasional Ratusan Buruh Pabrik Dilarikan ke Rumah Sakit Keracunan Gudeg Nangka

Ratusan Buruh Pabrik Dilarikan ke Rumah Sakit Keracunan Gudeg Nangka

BERBAGI

KAB SUKABUMI– Ratusan karyawan PT Royal Puspita Parungkuda Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/9/2019) dilarikan ke Rumah Sakit Altha Medica setelah memakan gudug nangka yang dibelinya di warung nasi samping pabrik garmen tersebut, diduga ratusan buruh garmen itu keracunan gudeg nangka.

Demikian dikatakan Kapolsek Parungkuda Kompol Maryono, hasil keterangan sementara dari sejumlah korban yang diduga keracunan mengatakan, setelah menyantap makan siang dengan menu gudeg nangka yang dibelinya disamping pabrik, tidak lama kemudian merasa mual, pusing dan sakit perut.

“Gejala yang dirasakan oleh ratusan karyawan garmen itu sama yakni mual, pusing dan sakit perut, sehingga mereka terpaksa langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan medis,” katanya.

Ditemui di rumah sakit, Maryono mengungkapkan, ratusan buruh yang mayoritas wanita itu berdatangan ke rumah sakit sekitar pukul 13.00 wib, suasana IGD rumah sakit pun sesak karena banyaknya pasien yang keracunan gudeg nangka itu, petugas rumah sakit pun langsung melakukan tindakan terhadap satu persatu pasien keracunan tersebut.

“Diantar oleh teman kerjanya, ratusan korban keracunan memadati ruangan IGD dan sejumlah ruangan yang ada di rumah sakit, alhamdulilah petugas langsung melakukan tindakan medis,” ungkapnya.

Menurutnya, warung nasi tersebut kerap dijadikan tempat makan siang oleh karyawan garmen, seperti pada biasanya tidak ada yang aneh atau mencurigakan dari tekstur warna makanan termasuk gudeg nangka itu, namun pengakuan dari ratusan korban keracunan, 10 menit setelah menyantap gudeg nangka, mereka langsung sakit – sakitan.

“Tidak ada yang beda dari tekstur gudeg nangka tersebut, namun pengakuan korban, ketika dimakan rasanya pahit dan tidak lama kemudian perut mereka merasa sakit, untuk itu polisi mengambil sample makanan tersebut untuk di uji,” ujar Maryono.

Selain mengambil sample gudeg nangka dari warung nasi tersebut, lanjut Maryono, polisi juga tengah mengumpulkan sejumlah keterangan dari korban juga pedagang atau pemilik warung nasi tersebut guna dilakukan pemeriksaan terkait dengan kasus dugaan keracunan makanan yang membuat 111 karyawan menderita sakit perut tersebut.

“Kami membawa sample gudeg nangka dan muntah korban, untuk diuji di laboratorium, dan polisi juga tengah meminta sejumlah keterangan dari korban dan pemilik warung nasi tersebut untuk mengetahui penyebab dari terjadinya kasus dugaan keracunan ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, hanya 3 orang atau karyawan garmen yang masih dilakukan perawatan di RS Altha Medica, sementara sebanyak 38 orang yang sebelumnya berada di rumah sakit yang sama sudah diperbolehkan pulang, selain itu sebanyak 70 orang yamg sempat dirawat di Puskesmas Parungkuda, juga sudah meninggalkan puskesmas.

“Sebanyak 108 orang di dua lembaga keseatan tersebut saat ini sudah pulang ke rumah nya masing – masing, namun sebanyak 3 orang terpaksa masih dilakukan perawatan medis di RS Altha Medica Parungkuda hingga saat ini,” pungkasnya.

Eko | Indowarta

BERBAGI