Beranda Ekonomi Rencana Pemkab Ngutang Rp400 Miliar, H Waryat APPSI: Jangan Bebani Rakyat Dengan...

Rencana Pemkab Ngutang Rp400 Miliar, H Waryat APPSI: Jangan Bebani Rakyat Dengan Utang!

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Reaksi kalangan masyarakat atas rencana Pemkab Subang melakukan pinjaman daerah ke bank BJB sebesar Rp400 miliar untuk membiayai sejumlah proyek, terus bermunculan.

Tokoh Subang yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Seluruh Indonesia (APPSI), H Waryat, menilai, pemkab tidak mau bekerja keras menggali berbagai potensi pendapatan untuk menambal kekurangan APBD, sehingga lebih memilih jalan pintas yang mudah, yakni meminjam dana (ngutang).

“Pemda Subang enggak mau pusing, ingin ngebangun biayanya ngutang,” ujarnya.

Disinyalir, rencana ngutang ini akibat kondisi APBD Subang yang ‘besar pasak daripada tiang’; belanja lebih besar dari penerimaan.

Padahal, papar Waryat, pemkab sesungguhnya bisa mendapatkan banyak solusi untuk mengatasi kekurangan anggaran ini tanpa harus meminjam kepada pihak bank.

Menurut dia, kalau pembelanjaan ingin sama dengan penerimaan, maka pemkab bisa mengatur APBD dengan menempuh sejumlah alternatif. Diantaranya, mengefektifkan belanja rutin pegawai, efisiensi belanja barang dan jasa, serta mengurangi kunjungan kerja dan studi banding karena hasilnya tak dirasakan langsung oleh rakyat.

Disamping itu, ungkap dia, pemerintah juga bisa mendongkrak potensi pendapatan daerah (PAD) dengan cara melakukan exstensifikasi dan intensifikasi.

“Masih banyak pabrik dan perusahaan yang belum sesuai penetapannya, perlu digali kontribusinya. Dan juga, lakukan pengawasan yang benar. Dengan begitu, langkah ngutang bisa diupayakan dihindari, sehingga nantinya tak bakal membebani masyarakat,” paparnya.

Pegiat pasar tradisional ini, juga menyoroti urgensi perbaikan ruas jalan Purwadadi-Pabuaran ditengah kondisi keterbatasan keuangan daerah.

“Jangan bebani rakyat dengan utang. Pertumbuhan ekonomi di Subang masih kecil. Lihat para pedagang banyak mengeluh, apalagi pedagang Pasar Purwadadi banyak yang nangis gara-gara dipatok harga bangunan pasar sangat tinggi dengan alasan Pemda tak ada uang sehingga diserahkan ke pengembang. Kami imbau pemda dan DPRD perhatikan kesejahteraan rakyat,” tegas Waryat.

BERBAGI