Beranda Ekonomi Kembangkan Energi Panas Bumi, Pertamina Siap Kucurkan Rp38 T

Kembangkan Energi Panas Bumi, Pertamina Siap Kucurkan Rp38 T

BERBAGI

Jabarpress.com, Jakarta, – PT Pertamina (Persero) menyiapkan investasi sebesar US$ 2,68 miliar atau setara Rp 38,05 triliun untuk menambah kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 440 MW sampai dengan 2026.

Investasi tersebut akan diberikan kepada anak usahanya, yakni Pertamina Geothermal Energy (PGE).

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan Samsu menjelaskan, hal tersebut merupakan bentuk dukungan korporasi yang kuat untuk mengembangkan sektor panas bumi.

“Geothermal adalah salah satu area fokus Pertamina, karena dari segi ekonomi relatif stabil, tidak seperti volatilitas dalam lingkungan minyak dan gas. Ini membantu peran kami dalam memastikan keamanan energi Indonesia. Merupakan suatu keistimewaan bahwa kami memiliki kesempatan untuk memanfaatkan potensi panas bumi Indonesia yang khas,” tutur Dharmawan dalam gelaran Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2019, di Jakarta, Rabu (14/8/2019) dilansir laman CNBCIndonesia.com.

Di sisi lain, PGE hadir dalam 94% kapasitas terpasang di Wilayah Kerja Geothermal Indonesia, dengan 32% operasi sendiri & 62% Joint Operations Contract (JOC).

Direktur Utama PGE Ali Mundakir menjelaskan, saat ini sudah ada 617 MW kapasitas terpasang PLTP, dan akan bertambah 55 MW dengan beroperasinya PLTP Lumut Balai pada September 2019 ini.

Ali mengatakan, COD tahun ini merupakan unit yang pertama dengan kapasitas sebesar 55 mega watt (MW) Di 2020, kata Ali akan ada COD untuk unit kedua sebesar 55 MW. Sehingga total kapasitas PLTP Lumut Balai sebesar 2×55 MW atau 110 MW.

“Biasanya antara unit satu dan unit dua jedanya enam bulan,” kata Ali.

Adapun pembangkit listrik milik PGE yang saat ini telah beroperasi yakni PLTP Kamojang di Jawa Barat berkapasitas 235 MW, PLTP Lahendong di Sulawesi Utara 120 MW, PLTP Ulubelu di Lampung 220 MW, PLTP Sibayak di Sumatra Utara 12 MW, dan PLTP Karaha di Jawa Barat 30 MW.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan tiga pembangkit geotermal berkapasitas total 180 MW akan beroperasi komersial pada 2019. Tiga pembangkit geotermal tersebut yakni PLTP Muaralaboh Unit I berkapasitas 80 MW, PLTP Sorik Merapi Unit I berkapasitas 45 MW, dan PLTP Sokoria Unit I berkapasitas 5 MW.

Hingga saat ini, pemanfaatan kapasitas total terpasang energi panas bumi di Indonesia adalah sebesar 1.948,5 MW. Sementara itu pemerintah melalui Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) telah menetapkan target pengembangan Panas Bumi sebesar 7.242 MW pada tahun 2025.

BERBAGI