Beranda Daerah Angka Perceraian di Kabupaten Subang Tinggi, Bimbingan Perkawinan Jadi Solusi?

Angka Perceraian di Kabupaten Subang Tinggi, Bimbingan Perkawinan Jadi Solusi?

BERBAGI

SUBANG- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Subang mengelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) Pranikah angkatan II tahun 2019 di gelar aula Kantor Desa Majasari Kecamatan Cibogo Kabupaten Subang.

Kegiatan tersebut di hadiri peserta Bimwin Pranikah, serta stap KUA Kecamatan Cibogo Disdikbud Kabupaten, Dinkes, Kemenag Subang dan aparatur desa Majasari serta tamu undangan lainnya kegiatan tersebut di gelar pada rabu 7-8 2019 siang tadi.

Beben Baehakim S.Ag, Fasilitator Bimwin Propinsi Jawabarat Kemenag mengatakan,”Dalam acara Bimbingan Perkawinan ini tentu sangat penting di laksanakan karena Bimbingan pekawinan telah menjadi program Pemerintah dan berjalan selama tiga tahun di laksanakan,” ungkapnya.

Beben mengatakan kenapa kegiatan tersebut adalah untuk mengurangi angka penceraian. Sehingga munculah program Bimbingan perkawinan ini, sementara Kabupaten Subang rengking ke-2 angka penceraian tertinggi di Jawa Barat dan kini menjadi ke-3 setelah adanya program Bimwin ini Subang diharapkan semakin menurun dalam angka pencerain tersebut.

“Materinya itu adalah tentang kesehatan, pendidikan dan Keagamaan, serta tata cara kewajiban istri terhadap suami dan kewajiban suami terhadap istri, dengan kegiatan ini peserta di berikan pemahaman tentang bimbingan perkawinan dalam program pranikah,” pungkasnya.

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cibogo H. Suryana S.H.I. mengatakan,”Kegiatan Bimwin ini di laksanakan sejak tahun 2016 dan saat ini sudah genap berjalan tiga tahun termasuk sekarang yang sedang di laksanakan ini adalah angkatan ke II, di Kecamatan Cibogo,” katanya.

“Dampaknya adalah untuk Menekan terhadap angka penceraian, peserta pranikah atau suscatin karena melalui kegiatan Bimwin atau pranikah ini, peserta di berikan pemahaman serta pembekalan dan pembinaan berbagai aspek dalam kehidupan rumah tangga yang baik, tinggal intensitas dan frekuensinya saja yang di tingkatkan,” Ucapnya.

Dia juga berharap kedepan pasangan calon pengantin setelah di bekali ilmu, semoga dapat mengarungi kehidupan yang lebih layak, serta dapat membangun kehidupan berumah tangga yang sakinah, sementara untuk kegiatan bimbingan perkawinan pranikah ini di lakukan di 30 Kecamatan dan kegiatan tersebut adalah angkatan ke-2,” pungkasnya.

Ajat Sudrajat

BERBAGI