Beranda Daerah Tawarkan Warga Jadi KPM, Penipu Mengaku Petugas PKH Gentayangan

Tawarkan Warga Jadi KPM, Penipu Mengaku Petugas PKH Gentayangan

BERBAGI

SUBANG-Puluhan warga Subang diduga menjadi korban penipuan orang mengaku petugas PKH Dinas Sosial kabupaten Subang, hal ini diungkapkan seorang warga yang kesal nyaris ditipu orang tersebut dan semoat memfoto kta dan surat tugasnya.

Dengan surat tugas lengkap dan kta seolah dari dinas sosial, orang yang tertulis di ktanya bernama Andi ini mengatakan bisa membantu warga yang mau menjadi kpm atau penerima manfaat bantuan,”Dia sempat menawarkan bisa membantu warga yang ingin mendapat bantuan pkh dan siap memasukan data secara online, kejadiannya di kecamatan Cisalak, diduga orang ini juga ke beberapa daerah lainnya di kawasan Selatan kabupaten Subang,” ungkap Entin seorang warga yang minta alamatnya tak diungkap Media.
Bermodalkan surat tugas berkop dinas sosial yang ditandatangani kepala dinsos Subang, diduga puluhan warga di Subang Kota dan kawasan Pantura telah terpedaya oleh pelaku.
Warga diharapkan Bisa Antisipasi dan Mau Melaporkan ke Pihak Berwenang
Surat Tugas diduga bodong
Pengamat sosial, Ridwan Hartiwan kepada media mengatakan jika kasus ini memanfaatkan kelemahan masyarakat dalam membedakan mana petugas asli dan petugas bodong, Dinsos melalui para petugas pendamping harus lebih sering melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang program PKH yang sesungguhnya.
“Bisa petugas pendamping hadir di acara minggon kecamatan atau rapat desa meminta bantuan para Kades, RT, RW hingga Bhabinsa, Bhabinkantibmas memantau adanya tindak pidana yang mengatasnamakan Program Keluarga Harapan tersebut, supaya masyarakat tidak lengah dan mampu mengantisipasi penipuan modus pura-pura jadi petugas,” katanya.
Lebih jauh Ridwan mengajak masyarakat Subang segera melaporkan kepada aparat berwenang jika ada dugaan penipuan yang mengatas namakan petugas pemerintahan dengan bukti penipuan yang meyakinkan.
Terkait hal tersebut, Kadinsos dan Kordinator PKH Subang belum memberikan keterangan kepada media.
Tim | Subang
BERBAGI