Beranda Jabar Kemenag Jabar Minta Kasie PD Pontren di seluruh Kabupaten Selektif Beri Ijin...

Kemenag Jabar Minta Kasie PD Pontren di seluruh Kabupaten Selektif Beri Ijin Pesantren

BERBAGI

CIREBON- Kegiatan Literasi Kitab Kuning diselenggarakan Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) di Pondok Pesantren Muallimin Wal Muallimat Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon dihadiri para kepala seksie pendidikan diniyah dan pondok pesantren (PD Pontren) se Jawa Barat serta sekitar 33 kyai ahli literasi kitab kuning.

Kabid PD Pontren Kemenag Provinsi Jawa Barat H. Abubakar Shiddiq, M.Ag mengatakan Alasan adanya kegiatan literasi kitab kuning karena amanat undang-undang, Abu Bakar juga mengingatkan pentingnya kemajuan di pondok pesantren namun mewanti-wanti para kepala seksie PD Pontren untuk selektif dalam memberi ijin pondok pesantren.

“Para kasie ketika akan memberi ijin lihat dulu latar belakang pesantrennya, kemudian juga harus diketahui pondoknya juga kitabnya, karena disitu akan terlihat kelayakan berdirinya sebuah pondok pesantren memiliki persyaratan seperti adanya masjid, kobong atau asrama, kyai dan santrinya,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, H. Abubakar juga mengungkapkan fenomena saat ini dimana banyak Pondok pesantren yang memiliki sekolah,” Biasanya kan jam ngaji kitabnya kan jadi sedikit, penelitian litbang cuma 11 kitab yang diaji pata santri sekarang padahal untuk menjadi kyai tidak cukup dengan jumlah segitu,” imbuhnya.

Lanjutnya, dia ingin para kyai memberi kesempatan kepada santri yang sudah sibuk sekolah untuk menikmati lebih ngaji kitab kuning lebih lama,” Khususnya untuk pesantren yang sudah banyak tersita waktunya ditambah dengan bahsul masail belajar memecahkan masalah dan ini harus dipaksa untuk lebih banyak waktu lagi dalam belajar kitab kuning,” ucapnya.

Dia juga menambahkan bahwa banyak forum kebangsaan yang dilahirkan banyak santri demikian karya-karya lain, maka santri harus banyak belajar sarah, dan membuat syair. Dalam kegiatan ini juga diungkap karya besar ulama Indonesia yang mendunia.

“Bagaimana antisipasi dengan keterbatasan waktu santri banyak mengaji kitab, dan para kyai harus kreatif mengajak santri nulis, kyai juga punya karya tulis minimal khutbah jumat, doa,dan tulisannya arab, untuk diajarkan kepada umat,” katanya.

Menurut informasi Bidang Pondok pesantren dan Diniyyah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat sudah ada 500 jenis kitab dari sekian ulama di Indonesia yang sudah dikumpulkan dan berharap. kemenag juga berharap upaya pelestarian karya ulama terus berjalan.*

BERBAGI