Beranda Hukum Buntut Baku Hantam Dengan Caleg Hanura, Bawaslu Disidang Oleh DKPP

Buntut Baku Hantam Dengan Caleg Hanura, Bawaslu Disidang Oleh DKPP

BERBAGI

Jabarpress.com, Bandung-Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik Penyelenggara Pemilu nomor perkara 103-PKE-DKPP/VI/2019 di Kantor KPU Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, pada Senin (24/6/2019) pukul 09.00 WIB.

Dikutip dari situs dkpp.go.id, bertindak selaku Pengadu yakni Cecep Supriyatna, Ketua Badan Advokasi DPC Partai Hanura Kabupaten Bandung. Sedangkan Teradu, Januar Solehudin, Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung.

Pihak terkait yang hadir dalam sidang ini adalah anggota Bawaslu Kab. Bandung dan staf sekretariat. Hadir pula saksi dari Pengadu.

Selaku Ketua Majelis Dr. Ida Budhiati dengan anggota majelis Tim Pemeriksa Daerah Provinsi Jawa Barat yakni Abdullah (unsur Bawaslu) dan Undang Suryatna (unsur KPU).

Agenda sidang ini adalah mendengarkan pokok pengaduan dan mendengarkan jawaban dari Teradu serta mendengarkan keterangan dari pihak Terkait dan Saksi Pengadu.

Pengadu mendalilkan bahwa adanya tindak pidana penganiayaan yang dilakukan Teradu pada saat Pengadu melakukan pelaporan ke kantor Bawaslu Kabupaten Bandung.

Peristiwanya terjadi pada Jumat (3/5/2019) sekitar pukul 14.00 WIB di Kantor Bawaslu Bandung. Awalnya Pengadu mendatangi Kantor Bawaslu Kab. Bandung untuk memberikan surat laporan informasi dari Partai Hanura, namun terjadi argumentasi hingga terjadi aksi pemukulan terhadap Pengadu hingga Pengadu mengalami luka memar di bagian bibir sebelah kiri.

Sementara itu, Teradu menolak dituduh melakukan penganiayaan terhadap Pengadu, karena Teradu dipukul lebih dahulu oleh Pengadu dan Teradu hanya melakukaan pembelaan diri. “Teradu melakukan pembelaan diri karena saat terpaksa, dimana Teradu sedang dalam keadaan overmach (keadaan memaksa, pen),” katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang Caleg dari Partai Hanura Kabupaten Bandung, Cecep Supriatna (CS), dan Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Januar Solehudin (JS), dikabarkan terlibat insiden baku hantam, yang berujung pelaporan kepada Kepolisian Resort (Polres) Bandung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, akibat insiden yang terjadi pada Jum’at, 3 Mei 2019 di Kantor Bawaslu Jl. Soreang-Ciwidey Kabupaten Bandung itu, kedua belah pihak, baik Caleg CS maupun Ketua Bawaslu JS, sama-sama melapor ke Polres Bandung.

CS melaporkan JS atas dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana Pasal 352 KUHPidana dengan laporan Nomor: LP/B.197/V/2019/JBR/Res Bdg.

Sebaliknya, JS juga melaporkan CS dengan Pasal KUHPidana yang sama, dengan laporan Nomor: LP/B.198/V/2019/JBR/Res Bdg.

Berdasarkan pengakuan Caleg CS dalam laporannya kepada polisi, insiden keributan bermula saat dirinya bersama Hj Atin Nurhayati (AN) mendatangi Kantor Bawaslu Kabupaten Bandung untuk menyampaikan informasi terkait dugaan pelanggaran pemilu 2019. Keduanya diterima oleh Komarudin (Kom), Anggota Bawaslu Kabupaten Bandung.

Ketika itu, terjadi adu argumentasi antara CS dengan Kom, sehingga saksi AN menyarankan kepada Kom agar memberikan tandaterima jika surat tersebut memang mau diterima oleh Bawaslu.

Selanjutnya, Kom memberikan berkas surat dari CS kepada anggota Bawaslu lainnya, Fajrin, untuk dibuatkan tandaterimanya. Kom kemudian menelpon Ketua Bawaslu, JS. JS lalu datang ke Kantor Bawaslu dan melihat berkas surat yang diberikan CS.

JS pun lalu beragumentasi, sehingga CS sempat mengatakan agar argumentasi JS ini disampaikan saja di persidangan. CS lalu meminta bukti tanda terima, sambil mendekat kepada JS untuk menyampaikan isi dari berkas tersebut. Kemudian JS melakukan pemukulan terhadap CS ke bagian bibir sebelah kiri sebanyak 1 kali. Akibatnya, CS mengalami luka memar, sehingga melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Bandung.

Sementara itu, pelaporan yang sama juga dilakukan Ketua Bawaslu JS ke Polres Bandung. Dalam pengakuannya di laporan tersebut, JS menuturkan, peristiwa berawal ketika Caleg CS mendatangi Kantor Bawaslu untuk menyampaikan laporan kaitan adanya dugaan pelanggaran pemilu.

Kemudian pihak bawaslu memberikan penjelasan kaitan proses penyampaian laporan tersebut dan memeriksa berkas yang dibawa CS dan AN. Setelah diperiksa, ada kejanggalan dari laporan tersebut.

Lalu pihak bawaslu menyampaikan mekanisme laporan tersebut, namun CS malah tidak menerima. Selanjutnya CS melakukan pemukulan ke bagian kepala sebelah kiri JS sebanyak 1 kali. Akibatnya, JS mengalami luka bengkak dan lantas mencekik leher CS. Kemudian JS melaporkan insiden itu ke Polres Bandung.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, JS, membenarkan insiden keributan antara dirinya dengan Caleg Partai Hanura, CS, tersebut.

“Saya memang mukul dia (CS) satu kali, tapi dia (CS) yang duluan mukul,” ungkap JS saat dikontak via ponselnya, Sabtu (4/5/2019).

Dirinya sempat meminta agar insiden ini tidak perlu diributkan menjadi konsumsi publik, mengingat proses rekapitulasi masih berjalan dan dikhawatirkan menjadi politis.

Sementara itu, pihak Polres Bandung belum memberikan tanggapannya ihwal peristiwa yang dilaporkan oleh Caleg CS dan Ketua Bawaslu JS tersebut.

BERBAGI