Beranda Ekonomi Curangi BBM, Dua Pom Bensin di Subang Disegel

Curangi BBM, Dua Pom Bensin di Subang Disegel

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Dua pom bensin (SPBU) di wilayah Subang, masing-masing di Tol Cipali KM 101 arah Subang ke Jakarta dan SPBU nomor 34.41228 di jalur Ranggawulung, disegel aparat berwenang. Kedua pom bensin ini kedapatan berbuat nakal mencurangi BBM sejak libur arus mudik dan lebaran Idul Fitri 1440 H.

Perilaku nakal ini terungkap saat petugas berwenang dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) bersama Mabes Polri melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Subang, Kamis (20/6/2019).

Dalam sidak ini, Ditjen PKTN mengungkapkan telah menemukan praktik kecurangan yang dilakukan di dua SPBU dengan menyegel sedikitnya 11 Nozzle. Dua SPBU tersebut berada di tol Cipali Subang KM 101 arah Subang ke Jakarta dan SPBU nomor 34.41228 di jalur Ranggawulung.

Praktik curang tersebut terbongkar setelah petugas Ditjen PKTN melakukan pengujian dengan membongkar dispenser SPBU. Hasilnya berada di dalam batas kesalahan yang diizinkan (BKD) yaitu sekitar 0,5 persen.

Ditemukannya alat bantu elektrik atau modifikator yang sengaja dipasang pengusaha untuk mengurangi literan BBM yang dibeli oleh setiap konsumen, baik itu pembelian pertamax maupun pertalite.

Direktur Jenderal PKTN Veri Anggriono yang memimpin pengecekan tersebut mengungkapkan pengawasan yang dilakukannya ini sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen.

“Akibat kecurangan ini, pihak SPBU mendapat keuntungan sebanyak Rp400 ribu lebih per harinya dari Nozzle perhitungan tersebut. Bayangkan ini untuk SPBU yang terbilang sepi, bisa dibayangkan jika SPBU tersebut ramai. Masyarakat sangat dirugikan,” ujarnya.

SPBU yang melakukan kecurangan ini langsung dilakukan penindakan tegas. Bahkan jika kecurangannya berat akan dilakukan penutupan. Para pelaku pun terancam Undang-undang perlindungan konsumen dengan sanksi maksimal denda Rp5 Milyar dan penjara paling lama 5 tahun.

“Kami mengingatkan kembali kepada para pemilik SPBU untuk tidak merusak segel yang telah dibubuhkan di pompa ukur BBM,” pungkasnya.

BERBAGI