Beranda Daerah 29 Tahun Jalan Rusak, LSM KOMPAK Sebut Pantura ‘Dianaktirikan’: Kami Akan Tagih...

29 Tahun Jalan Rusak, LSM KOMPAK Sebut Pantura ‘Dianaktirikan’: Kami Akan Tagih Janji Bupati

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Kondisi jalan ujung utara (Pantura) Subang di Desa Cilamaya Girang dan Cilamaya Hilir, Kecamatan Blanakan, kondisinya rusak parah. Akibatnya aktivitas warga sering terhambat dan hasil panen petani harganya rendah.

Informasi yang dihimpun, jalan penghubung dua desa ini sejak tahun 1990 hingga sekarang belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Padahal jalan ini merupakan alternatif untuk dilalui oleh para pejalan kaki maupun pengendara roda dua ataupun kendaraan roda empat. Selain itu, jalan tersebut juga menjadi satu-satunya akses para petani dalam melakukan kegiatannya bercocok tanam dan memanen padi.

“Saya juga tidak mengerti mengapa jalan ini tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah, padahal kalau pemerintah mau memperhatikan jalan ini seharusnya sudah dibangun. Kalau musim hujan jalan ini sama sekali tidak dapat dilalui,” ungkap Dede, seorang warga.

Kondisi jalan yang rusak juga terdapat di Desa Langensari yang menghubungkan Desa Blanakan, Muara dan Tanjungtiga; serta di wilayah Desa Jayamukti dan Rawameneng Kecamatan Blanakan.

Ketua LSM KOMPAK Subang, Sunarto Amrullah, mengatakan, jika musim hujan tiba, jalan-jalan tersebut terlihat seperti kubangan karena digenangi air, sementara ketika musim kemarau polusi menyelimuti karena debunya merambah masuk ke rumah warga.

Selain itu, kondisi jalan rusak juga terdapat di perbatasan Subang dengan Karawang. Panjang jalan rusak ini mencapai 1.500 meter dengan lebar 4,5 meter. Rusaknya ruas jalan ini berlangsung sejak 29 tahun lalu atau sejak 1990.

Sunarto menyebut, kondisi kerusakan infrastruktur publik ini menjadi bukti jika wilayah Pantura ‘dianaktirikan’.

“Pembangunan di Subang timpang, pantura dianaktirikan. Maka warga Pantura harus bersatu untuk mendongkrak pembangunan,” ujar Sunarto.

Buron, sapaan akrab Sunarto Amrullah mengaku, akan mengkonsolidir warga Pantura untuk menagih janji bupati soal pemerataan pembangunan.

“Kami akan berjuang untuk masyarakat, agar Pantura lebih diperhatikan,” pungkas Sunarto.

BERBAGI