Beranda Daerah 1.130 Bidang Tanah di Desa Majasari Kantongi Sertifikat PTSL Program Presiden Jokowi

1.130 Bidang Tanah di Desa Majasari Kantongi Sertifikat PTSL Program Presiden Jokowi

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Penyerahan sertifikat program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tahun 2018 pada hari Sabtu (15/06/2019) yang bertempat di gedung serba guna Desa Majasari Kecamatan Cibogo.

Pada program PTSL tahun 2018 sebanyak 1.250 bidang yang terdaftar namun berkisaran 1.130 bidang yang sudah menjadi sertifikat dan sisanya terbentur persyaratan yang belum lengkap.

Dedi H salah seorang warga kampung maja yang menerima sertifikat program PTSL tahun 2018 saat di temui mengatakan, saya pribadi sebagai penerima manfaat dari program ini sudah tentunya sangat berterima kasih kepada pemerintah karena dengan adanya program ini sangat membantu sekali dalam hal pembuatan sertifikat.

Kades Tati Herawati melalui Anwar selaku panitia Program PTSL Desa Majasari Kecamatan Cibogo di sela – sela kesibukannya saat di temui mengatakan,” Al Hamdulilah program PTSL tahun 2018 pada hari ini Sabtu ( 15/06/2019 ) yang bertempat di gedung serbaguna desa majasari berlangsung penyerahan sertifikat bagi masyarakat penerima manfaat,” tandasnya.

Anwar menambahkan mengucapkan banyak terimakasih kepada Ir H Joko Widodo Presiden RI karena gagasan Presiden tersebut program PTSL ada di pedesaan maupun perkotaan sehingga dengan adanya program ini tentunya sangat membantu masyarakat utamanya yang kurang mampu dalam hal pembuatan sertifikat.

“Semenjak tahun 2015 pembuatan sertifikat program dari pemerintah di terima desa ini dan untuk tahun 2019 desa majasari juga ada program PTSL sehingga Desa Majasari di sebut dengan desa lengkap dan sebagai desa percontohan di Kabupaten subang,” katanya.

Tanah Bersengketa Tak disertifikasi sebelum diselesaikan masalahnya

Sementara Suharsa, APTNH Ketua Panitia PTSL Desa Majasari, Ciberes dan Tanjungrasa saat di konfirmasi Sabtu (15/06/2019 ) di sela-sela pembagian sertifikat mengatakan untuk desa majasari pada tahun 2018 sebanyak 1.250 bidang dan yang sudah jadi sertifikat 1.130 bidang namun yang lainnya K3 karena tidak link KTP nya, ada yang salah bidang dan ada yang bidang tanahnya di ukur itu tidak sesuai dengan kenyataannya maka di masukan K3.

Suharsa menambahkan,”Desa Majasari dalam PTSL justru yang paling bagus karena antusias masyarakatnya tinggi, aparat desanya kooperatif sehingga memudahkan kami untuk menyelesaikan. Bahkan tahun 2019 ini desa majasari jadi desa lengkap untuk PTSL karena tahun sebelumnya sudah ada prona berapa kali kemudian ada PTSL dan tahun 2019 ini ada sapu bersih,” ungkapnya lagi.

Justru seharusnya masyarakat yang masih memiliki tanah yang ada sengketa waris segera di selesaikan untuk dapat diterbitkan sertifikat melalui PTSL ini.”Dan untuk tahun 2019 nanti ada PTSL lagi dengan targetnya 800 bidang cuma setelah di data cuman ada kurang lebih 300 bidang sehingga di alihkan ke desa Margasari atau desa Jayamukti karena desa majasari sudah lengkap,” katanya.

Tetapi yang saya dengar – dengar ada beberapa bidang tanah yang ada sengketa waris sehingga itu belum bisa diselesaikan, mudah-mudahan warga yang sudah mempunyai sertifikat sebagai modal usaha itukan mensejahterakan masyarakat jangan sampai sertifikat itu didiamkan atau bahkan dijual apalagi dijual sama pihak lain.

Sunardi/Ajat Sudrajat

BERBAGI