Beranda Ekonomi Antisipasi Arus Balik, PT LMS Maksimalkan 38 Gardu Transaksi di Tol Cipali

Antisipasi Arus Balik, PT LMS Maksimalkan 38 Gardu Transaksi di Tol Cipali

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Memasuki H+2 libur lebaran Idul Fitri 1440 H, Kamis (6/6/2019), arus kendaraan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sempat mengalami kemacetan parah yang panjang. Hal tersebut karena ada pemberlakuan contra flow arah ke Cirebon di KM 85 s/d 87, KM 100 s/d 104 dan KM 129 s/d 132. Namun, beberapa saat kemudian kondisi arus kembali normal.

Pihak PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator Tol Cipali, memerkirakan, puncak arus balik pemudik bakal berlangsung pada H+5 lebaran, Minggu (9/6/2019).

General Manager Operation PT Lintas Marga Sedaya (LMS) selaku operator Tol Cipali, Suyitno, mengatakan, untuk menyambut arus balik kendaraan mudik, pihaknya menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi kepadatan arus. Diantaranya, memaksimalkan gardu transaksi di GT Palimanan.

“Untuk memperlancar arus balik, PT LMS sudah menyiapkan khususnya di transaksi kita maksimalkan GT Palimanan dalam melayani pemudik, kita telah siapkan 38 gardu plus MR. Kita harapkan dengan memaksimalkan 38 gardu dan MR tadi, bisa melayani lalulintas dari Jawa yang mau balik ke Jakarta,” papar Suyitno dalam pernyataannya.

Pihaknya berharap, dengan memaksimalkan gardu dan MR, volume arus balik kendaraan mudik bisa tertampung oleh tol. Terlebih, ditambah dengan kebijakan one way dan memaksimalkan fungsi Rest Area, kondisi lalulintas diyakini lebih lancar.

“Persiapan di Rest Area relatif lebih bagus, karena pada saat pelaksanaan arus balik dengan menggunakan One Way, kapasitas Rest Area kita dua-duanya, A dan B, bisa terpakai semuanya. Sehingga seluruh fasilitas yang ada seperti toilet, parkir, dan sebagainya, bisa lebih banyak menampung pemudik yang akan menggunakan Rest Area,” ungkapnya.

Suyitno memerkirakan, puncak arus balik pemudik bakal berlangsung pada H+5 lebaran, Minggu (9/6/2019). Karena itu, untuk menghindari kepadatan arus, pihaknya mengimbau para pemudik agar kembali ke Jakarta secara bertahap dan lebih dini.

“Sesuai dengan rencana, untuk puncak arus balik terjadi pada Minggu, 9 Juni 2019. Namun, sesuai dengan apa yang telah disampaikan pemerintah berupa imbauan-imbauan, bahwa supaya jangan mengumpul di satu titik pada Minggu itu. Karenanya kami harapkan para pemudik bisa membagi jadwal nanti pulang lebih awal, misalnya tanggal 7, 8, atau 9. Bahkan, Pak Menteri juga kan sudah menyampaikan Senin tanggal 10 masih bisa mudik,” pungkasnya.

BERBAGI