Beranda Hukum Usai Gerindra, Giliran Suara Nasdem Diduga Dicurangi Oknum KPU

Usai Gerindra, Giliran Suara Nasdem Diduga Dicurangi Oknum KPU

BERBAGI

Jabarpress.com, Kota Cirebon-Praktik mencurangi hasil perolehan suara pileg 2019 dengan modus ‘geser menggeser suara’ yang diduga melibatkan oknum KPU Kota Cirebon, lagi-lagi terkuak.

Setelah sebelumnya menimpa Caleg dari Partai Gerindra, Kardaya, dimana perolehan suaranya berkurang secara ‘misterius’ hingga mencapai 1.500-an lebih suara; kali ini, praktik ‘kotor’ tersebut dialami oleh DPD Partai Nasdem Kota Cirebon.

Temuan kecurangan yang dialami Partai Nasdem ini, dibenarkan oleh salah seorang pimpinan Bawaslu Provinsi Jawa Barat, HM Wasikin Marzuki, atas informasi dari Bawaslu Kota Cirebon.

Bahkan, pimpinan partai tersebut melalui Sekretaris Partai Nasdem Kota Cirebon, Harry Saputra Gani, sampai melayangkan surat kepada Ketua KPU Kota Cirebon agar hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi suara pileg ditelaah ulang, karena terdapat sejumlah temuan perbedaan perolehan suara.

“Partai Nasdem juga ajukan surat protes ke KPU Kota Cirebon, karena geser menggeser suara juga menimpa suara Nasdem,” ujar Wasikin kepada Jabarpress.com, Minggu (5/5/2019).

Dia mengungkapkan, sejumlah temuan kecurangan ‘geser menggeser suara’ yang dialami Nasdem ini, diantaranya: pertama, perolehan suara partai untuk tingkat DPR RI di wilayah Kecamatan Harjamukti sebanyak 985 suara di model DA1, berkurang menjadi 835 suara di model DB1 dari KPU; kedua, perolehan suara Caleg DPR Nasdem Nomor 2 Nurul Qomar sebesar 1.350 suara di model DA1, mendadak ‘membengkak’ jadi 1.500 suara di model DB1 dari KPU.

Selanjutnya, ketiga, perolehan suara Partai Nasdem tingkat DPR di Kecamatan Kejaksan sebesar 446 suara di model DA1, berkurang jadi 346 suara di model DB1 dari KPU; dan keempat, perolehan suara Caleg DPR Nasdem nomor 2 Nurul Qomar di Kecamatan Kejaksan sebesar 778 suara di model DA1, lantas ‘membengkak’ jadi 878 suara di model DB1 yang dikeluarkan oleh KPU.

Atas ditemukannya sejumlah perbedaan perolehan suara tersebut, sambung Wasikin, pihak Nasdem meminta KPU Kota Cirebon untuk menelaah ulang sekaligus memerbaiki model DB1, guna disesuaikan dengan hasil pleno rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat Kota Cirebon yang sudah digelar pada Jum’at (3/5/2019).

Sebelumnya juga diberitakan, praktik mencurangi perolehan suara pileg 2019 yang diduga melibatkan oknum KPU, dialami Caleg Partai Gerindra, Kardaya.

Bahkan, melalui kuasa hukumnya, Syamsul Bachri Siregar, Caleg Kardaya melaporkan oknum KPU Kota Cirebon ke aparat hukum, atas dugaan mencurangi perolehan suara, berupa praktik ‘geser menggeser suara’, yang berakibat merugikan dan berkurangnya perolehan suara Kardaya.

Adanya ketidak akuratan atau praktik penggeseran perolehan suara partai ke suara caleg tertentu ini, dibenarkan oleh seorang pimpinan Bawaslu Jabar, HM Wasikin Marzuki.

Berdasarkan penelusuran pihaknya, dokumen DA1 dari Kecamatan Harjamukti dan Lemahwungkuk Kota Cirebon ketika disandingkan dengan dokumen DB1, ternyata terdapat pengurangan suara partai sebanyak 1.500 suara.

Sementara di sisi lain, ditemukan adanya penambahan perolehan suara caleg tertentu dengan jumlah yang sama, yakni 1.500 suara.

“Hasil penelusuran, kami menemukan ada geser menggeser suara Partai Gerindra secara ‘brutal’ dengan jumlah mencapai ribuan suara. Di Kecamatan Harjamukti, dari seharusnya 2.900-an suara, berkurang 1.000-an suara, menjadi hanya 1.900-an. Sedangkan di Lemahwungkuk, dari seharusnya 1.000-an suara, berkurang 500 suara. Tindakan ini masuk pelanggaran pidana pemilu dan sudah dilaporkan ke aparat hukum,” ungkap Wasikin, Sabtu (4/5/2019).

KPU Kota Cirebon Akui Ada Kecurangan

Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Kota Cirebon, Didi Nursidi, tidak membantah adanya kabar oknum KPU yang diduga terlibat mencurangi perolehan suara pileg milik Partai Gerindra dan Nasdem. Bahkan Didi menegaskan, persoalan tersebut tengah diusut oleh polisi.

“Sedang dilakukan investigasi oleh kepolisian,” ujar Didi, saat dikontak, Minggu (5/5/2019).

Namun, meski kasus itu terus diproses hukum, pihaknya memastikan telah melakukan perbaikan terhadap model DB1 yang sebelumnya dipersoalkan oleh Partai Gerindra dan Nasdem.

“Secara teknis, telah dilakukan pembetulan DB1 tercetak melalui mekanisme rapat pleno terbuka,” pungkas Didi.

Redaksi

BERBAGI