Beranda Hukum Oknum KPU Terancam Pidana, Diduga Curangi Perolehan Suara Caleg Gerindra Hingga Ribuan

Oknum KPU Terancam Pidana, Diduga Curangi Perolehan Suara Caleg Gerindra Hingga Ribuan

BERBAGI

Jabarpress.com, Kota Cirebon-Pelaksanaan Pemilu 2019 diwarnai perilaku tidak terpuji dari sejumlah oknum penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu.

Setelah sebelumnya oknum Ketua Bawaslu Kabupaten Bandung, Januar Solehudin, dikabarkan terlibat baku hantam dengan seorang Caleg Partai Hanura, Cecep Supriatna, kali ini oknum KPU Kota Cirebon dilaporkan oleh kuasa hukum Caleg Partai Gerindra Kardaya, Syamsul Bachri Siregar, ke aparat hukum, atas dugaan mencurangi perolehan suara pileg, berupa praktik ‘geser menggeser suara’, yang berakibat merugikan dan berkurangnya perolehan suara Kardaya, Caleg dari Partai Gerindra.

Informasi yang dihimpun, pelaporan terhadap oknum KPU Kota Cirebon dan pihak lainnya terkait dugaan kecurangan tersebut, diungkapkan kuasa hukum Kardaya di Cirebon, Sabtu malam (4/5/2019).

Salah seorang Pimpinan Bawaslu Jawa Barat, HM Wasikin Marzuki, membenarkan adanya ketidak akuratan atau praktik penggeseran perolehan suara partai ke suara caleg tertentu.

Berdasarkan penelusuran, dokumen DA1 dari Kecamatan Harjamukti dan Lemahwungkuk Kota Cirebon ketika disandingkan dengan dokumen DB1, ternyata terdapat pengurangan suara partai sebanyak 1.500 suara.

Sementara di sisi lain, ditemukan adanya penambahan perolehan suara caleg tertentu dengan jumlah yang sama, yakni 1.500 suara.

“Hasil penelusuran, kami menemukan ada geser menggeser suara Partai Gerindra secara ‘brutal’ dengan jumlah mencapai ribuan suara. Di Kecamatan Harjamukti, dari seharusnya 2.900-an suara, berkurang 1.000-an suara, menjadi hanya 1.900-an. Sedangkan di Lemahwungkuk, dari seharusnya 1.000-an suara, berkurang 500 suara,” papar Wasikin kepada Jabarpress.com, Sabtu (4/5/2019).

Semula, praktik geser menggeser suara ini tidak terendus, sehingga perolehan suara yang ‘bermasalah’ itu sempat ditetapkan dalam pleno KPU. Namun belakangan, begitu praktik curang yang diduga dilakukan oleh oknum KPU Kota Cirebon itu tercium dan terungkap faktanya, pihak KPU setempat kembali menggelar rapat pleno dengan agenda perbaikan DB1 pada Sabtu (4/5/2019).

“Sementara yang namanya pleno perbaikan tidak diatur dalam ketentuan, karena itu biasanya Bawaslu mengambil sikap untuk tidak menghadiri pleno tersebut,” ucapnya.

Dia menegaskan, untuk mengembalikan perolehan suara yang ‘dihilangkan’ itu, dapat dilakukan dalam rapat pleno di tingkat KPU Provinsi.

Wasikin menegaskan, terhadap temuan tersebut, salah seorang Komisioner Bawaslu Kota Cirebon, Supriyan, menyatakan akan memproses kasus itu sebagai pelanggaran pidana Pemilu.

“Geser menggeser suara ini terbilang brutal, jumlahnya mencapai ribuan, sehingga menguntungkan caleg tertentu dan merugikan caleg lainnya yang berasal dari partai yang sama. Tindakan ini masuk pelanggaran pidana pemilu,” tegasnya.

Sementara itu, pihak KPU Kota Cirebon belum berhasil dimintai tanggapannya. Sekretaris KPU Kota Cirebon, Asep, yang dihubungi melalui ponselnya, tidak merespon konfirmasi.

Redaksi

BERBAGI