Beranda Ekonomi Cerdaskan Perempuan dan Anak, Kementerian PPA Inisiasi Program Pesantren Ramah Anak

Cerdaskan Perempuan dan Anak, Kementerian PPA Inisiasi Program Pesantren Ramah Anak

BERBAGI

Jabarpress.com, Cianjur-Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat mengadakan kegiatan pelatihan Pesantren Ramah Anak tahun 2019 di Hotel Yasmin, Kabupaten Cianjur, selama 2 hari, 29-30 April 2019.

Dalam kegiatan ini diisi oleh pemateri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bahtera, Hadi Utomo yang memberikan pencerahan soal penanganan permasalahan anak menurut ilmu pendidikan anak.

Menurut Hadi yang ahli di bidangnya, banyak permasalahan anak yang belum diketahui secara detail oleh para orang tuabdan guru. Hadi menekankan pentingnya pentingnya pendidikan anak.

“Tarbiyatul aulad, pendidikan anak secara Islam yang berawal dari Sirah Nabawiyah yang membentuk karakter pendidikan anak sejak dini, mengetahui hak-hak anak dan upaya penyelesaian anak yang bermasalah dengan cara-cara yang sesuai ajaran Islam,” ungkapnya dalam salah satu uraiannya.

Pemateri dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA), H Dodi Mohammad Hidayat, mengatakan jika program pesantren ramah anak merupakan program yang pertama di lingkungan Kementerian PPA dan merupakan program terobosan terbaik yang dilakukan di Jawa Barat

“Program Pesantren Ramah Anak adalah program baru di Kementerian PPA, baru 3 tahun, tapi sudah sangat diseriuskan untuk pra sejak 2018, untuk lebih mencerdaskan kaum perempuan dan anak, pengarusutamaan gender dan hak-hak anak,” ungkapnya.

Menurut Dodi, Setiap tahun ada penilaian kota layak anak didalamnya ada unsur sekolah, dan pesantren layak anak, dan pada setiap tahun akan dievaluasi.

“Pesantren punya nilai strategis, bangsa ini bisa berubah oleh orang-orang pesantren, dan karena orang pesantren bisa masuk ke semua lini dalam berbagai aspek kehidupan, tak sekedar menjadi ulama,” ungkapnya.

Pimpinan Ponpes Darul Falah desa Cimanggu Kecamatan Cisalak, Subang, mengakui pentingnya pelatihan tersebut dan berharap ada tindak lanjut dari pelatihan tersebut khususnya dari bidang yang leading sektornya ada di Kementrian PPA.

“Kami pikir semua yang dihadirkan dalam pelatihan tadi menjadi aspek penting pemberdayaan perempuan dan anak, khususnya penanganan anak di pondok pesantren khususnya dalam rangka penanggulangan kenakalan remaja perlu didorong l nih serius lagi oleh Kementerian PPA melalui Dinas Provinsi di kem nteriam tersebut, kami sangat apresiatif untuk terobosan pelatihan ramah anak hari ini,” ungkapnya.

Menurut Ridwan di pondok pesantren yang dipimpinnya sudah melakukan pembinaan akhlak santri secara komprehensif, menjadikan pesantren sebagai rumah kedua dan menjadikan para kyai sebagai orang tua mereka di pondok.

“Sebenarnya di pesantren sudah ramah anak, perlu pembinaan dan pelatihan lebih baik lagi bagi para pelaku pendidikan di pesantren khususnya di Jawa Barat agar singkron dengan program pemerintah, kami ingin mendalami lebih jauh regulasi soal hak anak dan pesantren ramah anak ini,” imbuhnya

Dihadiri perwakilan pondok pesantren se Jawa Barat yang terdiri dari para ustad, kyai dan kaum perempuan pesantren serta unsur Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan pelatihan memberikan pencerahan terhadap perlindungan anak dan kaum perempuan separah dengan hak-haknya.

BERBAGI