Beranda Daerah Ponpes Darul Falah Jadikan Program KTSM 2019 Persiapan Kerjasama dengan LAK Gakuh...

Ponpes Darul Falah Jadikan Program KTSM 2019 Persiapan Kerjasama dengan LAK Gakuh Pakuan

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Bantuan Program Kelompok Tani Santri Milenial (KTSM) tahun 2019 benar-benar dimanfaatkan oleh sejumlah pesantren di Jawa Barat untuk melatih skil berternak ayam kampung bagi para santri.

Seperti yang dilakukan di pondok pesantren Darul Falah desa Cimanggu kecamatan Cisalak, Subang, setelah bantuan diterima pihak pesantren berikutbpakan dan sejumlah kelengkapan lainnya, pihak pesantren menyiapkan kader peternak dari kalangan santri dan warga sekitar pondok pesantren.

Menurut ketua KTSM Ponpes Darul Falah, Ustadz Hamdani, mengungkapkan santri tingkat SMK diberdayakan setiap harinya secara bergiliran dibimbing oleh para seniornya.

“Sempat ikut pelatihan tekhnis di ponpes Miftahul Ridwan Kasomalang, 10 santri diberi tugas rutin sesuai arahan dinas ketika bimtek, mereka juga dibantu warga yang dipercaya pesantren membantu dalam program KTSM ini,” ungkapnya.

Menurut Hamdani, kebiasaan masyarakat beternak ayam kampung memudahkan para santri mengelola 500 ekor ayam kampung bantuan pemerintah ini. Selain pengontrolan rutin dari dinas terkait, kecakapan para santri juga diperlukan agar usaha berbasis pesantren ini tetap berkelanjutan,” lanjutnya.

Terpisah, Pemimpin pondok pesantren Darul Falah Ustadz Ridwan Hartiwan mengapresiasi program KTSM 2019 bagi pondok pesantren, menurutnya pelatihan skill wirausaha santri kedepan perlu ditingkatkan agar santri terlatih semakin baik.

“Kami berterimakasih kepada pemerintah atas bantuan ini, semoga kedepan semakin banyak bantuan sejenis bagi pesantren, empowering kepada masyarakat pesantren ini perlu dan pesantren juga jangan cuma dikirim bantuan tapi diberi pelatihan secara berkala,” ucapnya.

Ponpes Darul Falah Siap Sinergikan Pengembangan Ekonomi bersama Warga Sekitar

Ustadz Ridwan Hartiwan menjelaskan lebih jauh, kesenjangan keterampilan dalam bertani atau berternak bagi kalangan pesantren harus disiasati sendiri, studi komparasi atau perbandingan ke pesantren yang lebih maju.

“Kami memiliki problem pengembangan skill bidang pertanian makanya kami banyak belajar, belum lama ini kami mengunjungi Pesantren Al Ittifaq, pesantren pertanian di Ciwidey pimpan KH Fuad, kami mendapatkan pengetahuan soal pengembangan pertanian dan peternakan berbasis pesantren,” ungkapnya.

Kepercayaan Diri Bertani Setelah Melihat Kiprah LAK Galuh Pakuan

Ridwan juga mengatakan jika tekad kuat membawa pesantren yang dipimpinnya terjun ke dunia pertanian tak lepas dari arahan lembaga adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan yang dipimpin Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, yang menjadi kawan dalam bersinergi di bidang seni budaya.

“Kemarin kami termotivasi di Galuh, sekarang kami belajar dan memulai praktek dari hal terkecil, dan siap beternak kambing dengan warga dan jama’ah sekitar pesantren, intinya menyiapkan santri dan siapapun yang mau memajukan pesantren di bidang pertanian, dan peternakan,” imbuhnya.

Menurut Ridwan, Galuh Pakuan mulai menjadi ‘jangkar’ pertanian rakyat di kabupaten Subang, penanaman rempah, desa kawasan dan sejumlah program lainnya menghidupkan masyarakat awam untuk lebih tekun bertani bahkan Galuh menyiapkan ahli, investir hingga membuka pasar sebagai solusi pemasaran yang dibutuhkan warga petani.

“Kami sedang bersiap bekerjasama dengan Galuh Pakuan dibidang Pertanian dan Peternakan,” pungkasnya.

BERBAGI