Beranda Daerah PT Sari Ater Subang Bantah Semua Tuduhan LSM AKSI

PT Sari Ater Subang Bantah Semua Tuduhan LSM AKSI

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-PT Sari Ater menggelar konferensi pers terkait informasi atau pemberitaan disejumlah media yang dinilai menyudutkan perusahaan di room 222 Kompleks Wisata Sari Ater Subang, Rabu (3/4/2019).

Hadir dalam kegiata tersebut General Affair Manager PT Sari Ater, H Dadang Muh Julia, Vice Manager, Tree dan Manajer Humas H Yuki Azuania, serta sejumlah awak media.

General Affair Manager PT Sari Ater, H Dadang Muh Julia dalam kesempatan itu mengatakan, sehubungan dengan pemberitaan dibeberapa media cetak maupun online terkait dugaan atas tuduhan kepada PT Sari Ater pihaknya menegaskan itu tidak benar.

“Dalam kesempatan itu kami dapat sampaikan klarifikasi atau penjelasan kepada rekan-rekan media, dimana dugaan atas tuduhan tersebut tidak berdasar,” kata H. Dadang.

Dia juga menyampaikan bahwa PT Sari Ater adalah perusahaan swasta murni bukan BUMD. Dirinya menegaskan PT Sari Ater tidak menggunakan APBD Pemerintah Daerah.

“Malah kami memberikan kontribusi untuk PAD kepada Pemerintah Daerah. Kerjasama dilakukan oleh PT Sari Ater dengan pihak Pemda Subang dengan bentuk profit sharing (bagi keuntungan),” katanya.

Menurutnya, dalam perjanjian kerjasama sendiri bagi keuntungan antara PT Sari Ater dengan pihak Pemda Subang masing-masing pihak menyertakan lahan. Untuk lahan Pemda seluas 9 hektar dan lahan PT Sari Ater seluas 13 hektar.

Sari Ater juga membantah tudingan jika PT Sari Ater yang mengelola obyek wisata pemandian air panas di Kabupaten Subang itu telah diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

“Dalam kesempatan ini juga kita sampaikan bahwa PT Sari Ater belum pernah menerima panggilan maupun dimintai keterangan oleh pihak Kejati Jabar. Untuk itu dugaan atas tuduhan bahwa PT Sari Ater sedang diperiksa oleh Kejati Jabar tidak benar,” ungkapnya.

Selain itu PT Sari Ater membantah terkait dugaan penggelapan aset milik Pemkab Subang. Menurut Dadang, aset Pemda yang dikerjasamakan dengan PT Sari Ater secara fisik adalah seluas 9 hektar.

“Namun surat kepemilikannya (HP) yang yang sudah ada baru seluas 6,5 hektar. Sementara untuk yang 2,5 hektar masih dalam proses pengurusan pihak Pemkab Subang,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya ramai diberitakan bahwa PT Sari Ater dituding melakukan sejumlah pelanggaran, bahkan sampai dilaporkan ke Kejati Jabar oleh LSM AKSI yang diketuai Warlan.

BERBAGI