Beranda Ekonomi Soal Tunggakan dan Kelangkaan Obat, BPJS Salahkan RSUD Subang: Pengajuan Klaim Lamban,...

Soal Tunggakan dan Kelangkaan Obat, BPJS Salahkan RSUD Subang: Pengajuan Klaim Lamban, Semua Jenis Obat Ditanggung BPJS!

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Kelangkaan obat yang sering terjadi di RSUD Klas B Ciereng Subang telah lama banyak dikeluhkan masyarakat, khususnya pasien, terlebih dari kalangan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Pasalnya, akibat kekosongan beberapa jenis obat, para pasien diminta oleh petugas untuk membeli di luar rumah sakit. Sehingga mereka harus tetap mengeluarkan biaya besar untuk membeli obat yang dibutuhkan, sementara obat yang dibelinya tidak bisa diklaim ke dalam BPJS.

“Padahal, dengan punya kartu BPJS yang rutin dibayar iuran per bulannya, saya berharap enggak harus keluarkan uang lagi, apalagi untuk beli obat. Tapi di RS Ciereng ini malah disuruh beli di luar, alasannya obat enggak ada. Aneh, dari 4 jenis obat untuk saya, 3 diantaranya kosong, harus beli diluar RS. Sementara dari 4 obat itu, kata petugas RS, cuma 1 yang ditanggung BPJS, sisanya yang harus dibeli diluar enggak masuk klaim. Saya sampai habis Rp150 ribu, untungnya bawa duit. Percuma saja ada kartu BPJS yang dibayar tiap bulan, kalau obat harus beli,” protes seorang pasen.

Informasi yang dihimpun, kelangkaan obat diantaranya disebabkan oleh besarnya tunggakan klaim yang belum dibayar oleh BPJS Kesehatan kepada pihak RSUD Subang dari periode November 2018. Namun, soal tunggakan klaim sebagai satu-satunya penyebab kelangkaan obat di rumah sakit plat merah ini, banyak diragukan masyarakat.

“Kita curiga, kelangkaan obat enggak cuma sekadar akibat tunggakan BPJS, jangan-jangan sengaja dibiarkan kosong, dibikin langka, biar pasen beli obat diluar, sehingga bisnis obat diluar RS laku dan mungkin ada pihak-pihak yang meraup untung dari kesulitan kami selaku masyarakat,” tuturnya.

Menanggapi persoalan ini, Kepala BPJS Kesehatan Subang, Heri, membenarkan lembaganya menunggak pembayaran klaim kepada RSUD Subang. Namun, Heri menolak memerinci jumlah tunggakan tersebut.

“Tunggakan yang November sudah kami bayar. Adapun yang Desember 2018 hingga Januari dan Februari ini, memang belum. Dana dari pusatnya belum turun, kami masih menunggu,” ujar Heri saat dikontak Jabarpress.com, Rabu (13/3/2019).

Heri juga menolak dituding lamban dan tidak tepat waktu dalam menyelesaikan pembayaran tunggakan klaim ke RSUD, yang kerap dianggap menjadi penyebab kelangkaan obat. Menurutnya, justru pihak rumah sakitlah yang lamban mengajukan klaim pembayaran.

“Harusnya pihak rumah sakit cepat-cepat, jangan sampai lamban, mengajukan pembayaran klaim setiap bulannya agar bisa diproses,” katanya.

Sementara terkait kelangkaan obat, Heri menyebut, hal itu tidak seharusnya terjadi, karena pihak RS bisa saja mengupayakannya mencari solusi melakukan pengadaan obat.

“Misalnya dengan minjam ke bank untuk pengadaan obat, itu dibolehkan,” ucapnya.

Heri: Seluruh Jenis Obat Ditanggung BPJS

Selanjutnya, terkait pembelian obat di luar rumah sakit karena stok kosong yang tidak bisa diklaim atau dimasukan klaim BPJS, Heri memastikan, bahwa seluruh jenis obat masuk tanggungan BPJS.

“Termasuk semua jenis obat sudah ditanggung BPJS. Jadi kalau beli diluar RS itu bisa diklaimkan,” tegasnya.

BERBAGI