Beranda Pendidikan & Pesantren Bikin Terobosan, FKDT Subang Siap Luncurkan Program Warung Diniyah

Bikin Terobosan, FKDT Subang Siap Luncurkan Program Warung Diniyah

BERBAGI

Subang- Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Subang Atep Abdul Gofar mengatakan jika organisasi yang dipimpinnya siap meluncurkan program Ekonomi Madrasah berbasis tekhnologi bekerjasama dengan Bank Jabar Banten (BJB), program yang dinamakan Wardin atau warung Diniyah segera dilaunching dalam waktu dekat.

“Warung Diniyah akan kami berdayakan disetiap madrasah, selain berdagang secara langsung, mereka nantinya bisa melakukan penjualan keperluan masyarakat secara online seperti bayar listrik, beli pulsa, belanja online dan keperluan lainnya,” ungkapnya.

Menurut Atep, strategi dakwah berbasis ekonomi keumatan melalui madrasah diniyah ini menjadi pertimbangan FKDT Subang dalam memajukan madrasah di wilayah kabupaten Subang, dia juga mengatakan kedepan madrasah bisa menjadi jangkar ekonomi umat di kabupaten Subang khususnya,” Karenanya perlu penguatan peran dan dukungan program untuk madrasah dibidang ekonomi, bukan cuma wacana kami realisasikan program ekonomi keumatan di level madrasah diniyah se kabupaten Subang,” katanya.

Ditanyakan soal biaya yang dikeluarkan untuk program-program FKDT Subang tersebut dia mengungkapkan diera informasi dan komunikasi budget dana pembuatan aplikasi sangat murah sementara untuk Program Warung Diniyah hanya memerlukan kerjasama dengan pihak ketiga yakni Perbankan.

Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kabupaten Subang, disampaikan ketuanya Atep Abdul Gofar, S.Pd.I, bahkan menyampaikan penggunaan aplikasi program kemadrasahan di kabupaten Subang.

Dikatakannya, pihaknya memang sudah meluncurkan aplikasi yang bisa diakses di smartphone dan komputer untuk pengelolaan administrasi Madrasah secara online.

“Aplikasi ini untuk memudahkan laporan dan pengawasan kami ke madrasah di daerah, mengetahui jumlah ril guru dan madrasah, didalamnya juga bisa diketahui kondisi madrasah yang sudah rusak atau masih bagus layak untuk dipergunakan,” katanya.

“Aplikasinya khusus kami siapkan operator ditingkat kabupaten dan kecamatan, masing-masing madrasah bisa berkordinasi dengan FKDT kecamatannya masing-masing untuk mendapatkan username dan password yang nantinya akan dipegang oleh operator di Madrasah,” katanya.

Menurut Pimpinan Pesantren Raudhatul Uluum Kasomalang ini urgensi penggunaan aplikasi tersebut mengingat secara regional keberadaan madrasah diniyyah tersebar hingga pelosok.

“Banyak madrasah yang berada di daerah, kami tidak bisa mengontrolnya setiap saat dengan datang langsung ke setiap madrasah, jadi ini solusi bagi pengelola madrasah agar mereka lebih mudah dalam melakukan laporan kepada kami,” jelasnya.*

BERBAGI