Beranda Jabar Ratusan Rumah di Rancaekek Rusak disapu Angin Puting Beliung

Ratusan Rumah di Rancaekek Rusak disapu Angin Puting Beliung

BERBAGI

Ket: Salah satu rumah warga rusak berat dihantam puting Beliung (ist).

Bandung-Angin puting Beliung menghantam Kawasan Rancaekek kabupaten Bandung dan sekitarnya mengakibatkan ratusan Rumah rusak berat, terjadi petang tadi, Jum’at (11/1/2018).

Informasi kontributor Indowarta Xpress wilayah Sumedang, E Kusnadi melaporkan kejadian tersebut terjadi di kawasan Rancaekek kabupaten Bandung dan kawasan selatan kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang.

Melansir Galamedia online, Angin puting beliung melanda kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jumat (11/1/2019) sekitar pukul 15.12 WIB menyebabkan beberapa rumah rusak dan beberapa atap rumah terbawa angin.

Kepala Stasiun BMKG Bandung, Toni Sukma Wijaya di Bandung, Jumat menjelaskan kondisi atmosfer berdasarkan citra satelit himawari terpantau awan konvektif dengan jenis Cumulonimbus meliputi wilayah Bandung bagian timur.

“Pengukuran pos hujan observasi yang tercatat di Pos Hujan Cileunyi, kurang dari satu jam tercatat 16 mm, masuk dalam kategori curah hujan dengan intensitas lebat,” ujar Toni saat dihubungi Antara melalui sambungan telepon.

Hujan dan pembentukan angin yang terjadi di Bandung timur tersebut disebabkan baik oleh faktor regional dan global. Dari sisi regional, adanya pertemuan massa udara di sekitar Jabar dan belokan angin (shearline) di Jawa Barat bagian tengah.

Kemudian faktor global, karena terdapat anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat yang cenderung hangat sehingga berpeluang terjadi pembentukan awan konvektif potensial hujan.

“Dari pantauan citra radar terdeteksi adanya pembentukan awan konvektif dengan kategori hujan sedang-lebat dan ketinggian puncak awan bisa mencapai 14 km pada pukul 15.12 WIB,” Katanya.

Pelaporan data pengamatan permukaan di Stasiun Geofisika Bandung, suhu Maksimum pada tanggal 11 Januari 2019 pukul 14:00 WIB sebesar 29,3 C, dengan kelembapan udara sekitar 59 persen.

Pada saat awal pembentukan awan cumulonimbus (Cb) di siang menjelang sore hari, pada pukul 15.00 WIB suhu tercatat 27,0 C dengan kelembapan udara sekitar 67 persen.

Mengingat Jawa Barat masuk dalam puncak musim hujan, Toni mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada, serta menjauhi pohon-pohon yang rindang atau bangunan-bangunan yang rapuh.

“Usahakan tidak keluar rumah di saat hujan lebat disertai angin kencang, petir atau kilat. Bagi pengendara motor agar menghindari genangan air dan tidak berteduh di bawah pohon saat hujan lebat disertai angin,” kata Toni.

Sementara itu, Humas Basarnas Bandung, Joshua Banjarnahor mengatakan, pihaknya akan terjun ke lokasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa.

“Kantor SAR Bandung menerjunkan pasukannya. Bila ada korban kami siap mengevakuasi warga ke lokasi lebih aman,” katanya, Dilantin Laman online Galamedia Bandung.*

BERBAGI