Beranda Hukum Diduga Ada PAUD Fiktif Terima Bantuan, Disdikbud Subang Didesak Bertindak Tegas

Diduga Ada PAUD Fiktif Terima Bantuan, Disdikbud Subang Didesak Bertindak Tegas

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Sebuah postingan yang memuat dugaan adanya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) fiktif di Kabupaten Subang, beredar di media sosial (medsos) Facebook.

Postingan tersebut diunggah di laman Facebook oleh akun Cukong (Buyung), Jum’at (11/1/2019).

Selain mensinyalir ada lembaga PAUD fiktif, Cukong (Buyung) juga mengindikasikan adanya ‘double counting’ nama siswa PAUD.

Kontan saja, postingan itu mendapat tanggapan dan ragam komentar dari para netizen.

Saat dikonfirmasi terkait unggahan status di Facebook, Cukong (Buyung) mengaku, memiliki data-data akurat ihwal adanya sejumlah PAUD yang diduga fiktif.

PAUD-PAUD ‘bermasalah’ ini tersebar di sejumlah kecamatan, diantaranya Cipunagara, Pagaden Barat, dan lainnya.

Bahkan, diantara PAUD itu ada yang masih menerima bantuan operasional (BOP), meski statusnya sudah tidak aktif lagi.

“Data kami, setidaknya ada enam lembaga PAUD yang diduga fiktif tapi menerima bantuan,” ujar Buyung (Cukong).

Pihaknya, juga mengantongi data dugaan adanya ‘double counting’ atau nama ganda siswa PAUD, serta praktik ‘pinjam siswa’ oleh lembaga PAUD yang sudah tidak aktif dan tidak memiliki siswa untuk kepentingan mengajukan bantuan kepada pemerintah.

Atas berbagai temuan tersebut, pihaknya mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, agar melakukan evaluasi komprehensif dan menindak tegas pengelola PAUD maupun pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Disdikbud sebaiknya lakukan evaluasi total semua hal terkait penyelenggaraan PAUD dan pendidikan non formal, agar penyelenggaraan pendidikan di Subang berlangsung lebih baik serta bantuan-bantuan maupun fasilitas pendidikan yang digulirkan pemerintah tepat sasaran,” tegas Buyung yang juga Ketua LSM di Subang ini.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal/Informal (PNFI) Disdikbud Subang, Maman Rohman Mulyadi, membenarkan banyak lembaga PAUD yang bermasalah, bahkan ada yang fiktif.

“Benar, hasil pendataan kami, ada 6 lembaga PAUD yang fiktif,” ungkapnya.

Atas temuan tersebut, dirinya sudah mengambil langkah tegas dengan menghentikan bantuan operasional sejak 2017 lalu terhadap lembaga bersangkutan.

“Saya menjabat sejak 2017 dan langsung melakukan langkah-langkah evaluasi, begitu ditemukan ada lembaga yang bermasalah, fiktif, bantuannya langsung saya setop dan lembaganya saya coret,” papar Maman.

Selain lembaga fiktif, pihaknya juga menemukan berbagai permasalahan lainnya seputar penyelenggaraan PAUD. Seperti dugaan pemalsuan tandatangan UPTD pada proposal PAUD, kegandaan data siswa PAUD, hingga dugaan manipulasi data siswa.

Kedepan, dirinya menegaskan akan terus melakukan langkah-langkah penertiban dan perbaikan dalam penyelenggaraan pendidikan PAUD serta pendidikan non formal lainnya, termasuk komitmen untuk membersihkan praktik pungutan liar.

“Kita akan tindak tegas penyelenggara lembaga yang nakal, dan enggak boleh ada pungutan-pungutan,” tegas Maman.

BERBAGI