Beranda Jabar Sekretaris PDIP Sebut Proses PAW Anggota DPRD Subang ‘Mandeg’ Di DPD Jabar

Sekretaris PDIP Sebut Proses PAW Anggota DPRD Subang ‘Mandeg’ Di DPD Jabar

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Tak terima dituding enggan menandatangani proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dua anggota DPRD Subang dari Fraksi PDIP, Sekretaris DPC PDIP Subang, H Ating Rusnatim, angkat bicara.

Mantan Plt Bupati Subang yang menjabat selama sembilan bulan sejak Maret hingga Desember 2018 ini, mengaku, sudah membuat surat pengaduan berisi laporan seputar data-data pelanggaran disiplin partai, yang diduga dilakukan oleh dua kadernya yang duduk di DPRD Subang, yakni Hj Acah Siti Rukoyah dan Pepe Surya Subagja.

Surat pengaduan itu, ungkap dia, sudah dilayangkan kepada DPD PDIP Jawa Barat, dimana pihaknya meminta DPD untuk memanggil kedua orang tersebut untuk diinvestigasi.

Namun, sebut Ating, pengaduan tersebut belum direspon oleh DPD dan hingga kini belum juga ada pemanggilan terhadap kedua orang itu.

“Saya sudah membuat surat pengaduan dan meminta DPD untuk memanggil, memproses kedua orang itu. Karena memang kewenangan kita di DPC seperti itu, (yakni) sebatas melaporkan apa yang terjadi disini dan itu sudah dilakukan. Cuma belum ada follow up (tindaklanjut), belum ada pemanggilan,” ujar Ating kepada Jabarpress.com, Selasa (25/12/2018).

Menurutnya, bukti-bukti terkait dugaan pelanggaran kedua kader PDIP itu sudah diserahkan kepada DPD dan bisa dijadikan dasar untuk melakukan pemanggilan.

“Tapi sampai sekarang belum ada pemanggilan (oleh DPD),” ucapnya.

Dia juga menegaskan, DPC PDIP tidak memiliki kewenangan untuk menghakimi kesalahan kader dan memutuskan PAW terhadapnya. Kebijakan tersebut, kata dia, sepenuhnya kewenangan DPP partai setelah melalui proses tahapan di DPD Jabar.

“Saya inginnya proses dilakukan berjenjang. Kewenangan DPC hanya melaporkan kondisi di bawah, menyampaikan data-data. Untuk menghakimi siapa yang salah, itu kewenangan DPP setelah melalui proses di DPD. Jadi, keputusan (soal PAW) bukan (kewenangan) di kita, tapi di DPP.

Tinggal menunggu keputusan DPP saja,” paparnya.

Dirinya juga membantah tudingan Ketua DPC PDIP Maman Yudia soal enggan menandatangani surat proses PAW.

“Bukan tidak nandatangan, tapi ada perbaikan redaksi (isi surat) yang harus diluruskan oleh saya selaku Sekretaris Partai,” tutur Ating.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah kader dan Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan (PDIP) dari beberapa kecamatan mendesak pimpinan DPC PDIP agar memecat dan melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap dua Anggota DPRD Subang dari Fraksi PDIP, yakni Hj Acah Siti Rukoyah dari Dapil Subang VII dan Pepe Surya Subagja dari Dapil Subang I.

Mereka menilai, keduanya sudah melanggar aturan dan AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) partai, karena mencalonkan keluarganya sebagai Caleg di luar PDIP.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDIP Subang, Maman Yudia, membenarkan partainya sudah menggelar rapat pleno membahas Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua kadernya di DPRD Subang yang dianggap telah melanggar aturan partai.

Rapat pleno digelar pada 7 September 2018 lalu. Namun, surat usulan PAW hasil pleno yang hendak disampaikan kepada DPD PDIP Jawa Barat tersebut tidak diteken (tidak ditandatangani) oleh Sekretaris DPC PDIP H Ating Rusnatim.

“Coba tanyakan kenapa Sekretaris DPC enggak mau tandatangan PAW? Kurang apa lagi pelanggaran kedua anggota DPRD itu? Jelas keduanya melakukan pelanggaran berat. Tapi kenapa dia (Sekretaris DPC) enggak mau nandatangan? Kalau saya sudah nandatangan. Saya ingin aturan partai ditegakkan,” kata pria yang akrab disapa MY ini.

BERBAGI