Beranda Ekonomi Pasokan Air Kerap Tersendat, Warga Desa Jati Desak PUPR dan PT KAI...

Pasokan Air Kerap Tersendat, Warga Desa Jati Desak PUPR dan PT KAI Perbesar Sipon

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Warga Kampung Susukan Hilir Desa Jati Kecamatan Cipunagara meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Subang serta PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbesar Sipon (saluran air bawah tanah berupa gorong-gorong) yang melintas di bawah rel kereta api (KA).

Pasalnya, sipon yang masuk daerah irigasi (DI) Cileuleuy tersebut kondisinya sempit (kecil), sehingga daya tampung dan aliran air tidak maksimal.

Warga Kampung Susukan Hilir, Juhana, menyebut, akibat ukuran sipon yang kecil dan mengalami penyempitan, pasokan air irigasi ke sejumlah lahan pertanian di tiga desa, yakni Kosambi, Jati dan Parigimulya, menjadi tidak maksimal dan kerap tersendat.

“Mulut siponnya alami penyempitan, terlalu kecil, makanya daya tampung air dan alirannya jadi enggak maksimal. Bahkan kadang tersumbat karena mulut siponnya (gorong-gorong) kekecilan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, instansi terkait di pemkab melakukan pelebaran sipon agar pasokan air menjadi lancar serta maksimal.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa secepatnya memperbesar sipon biar aliran air ke lahan-lahan pertanian jadi lancar,” katanya.

Ketua Lembaga Peduli Masyarakat Bawah (LPMB), Warman, menambahkan, keberadaan sipon berlokasi di Kampung Susukan Hilir yang melintas di bawah rel KA sudah lama dikeluhkan warga, khususnya para petani, karena ukurannya yang kekecilan (sempit). Sehingga tidak maksimal dalam mengalirkan air.

Sementara, sambung dia, keberadaan sipon tersebut sangat penting artinya bagi para petani di tiga desa, karena menjadi pemasok utama aliran air ke lahan-lahan pertanian.

“Kita berharap aspirasi warga ini segera direspon dan direalisasikan oleh instansi pemerintah terkait, baik Dinas PUPR dan PJKA (PT KAI), mengingat saluran air ini melintasi bawah jalur ganda kereta api, sehingga PJKA juga harus turut mensupport,” imbuhnya.

Tokoh masyarakat Desa Jati, Ujang Wahyudin, mengaku, pernah mengajukan (mengusulkan) pelebaran atau perbesaran sipon kepada Dinas PUPR dan PT KAI. Namun sampai sekarang tidak ada respon.

“Dulu waktu saya masih jadi Kades pernah mengajukan kepada Dinas PUPR dan PJKA (PT KAI) agar sipon diperlebar, diperbesar, karena alami penyempitan, sering tersumbat sampah, sebab ukurannya terlalu kecil, pasokan air jadi enggak lancar, daya tampung airpun enggak optimal. Cuma sampai sekarang usulan itu enggak jelas nasibnya. Jangankan direalisasi, direspon saja enggak ada. Padahal itu penting bagi warga kami, khususnya para petani, karena bisa meningkatkan produksi pertanian. Kami minta instansi terkait merespon keluhan warga dan secepatnya realisasi,” tegas mantan Kepala Desa Jati ini kepada Jabarpress.com.

BERBAGI