Beranda Politik Dua Caleg Wanita Nyalon Pilkades Serentak, Satu Kalah, Satu Lainnya Menang

Dua Caleg Wanita Nyalon Pilkades Serentak, Satu Kalah, Satu Lainnya Menang

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2018 di Kabupaten Subang diikuti 551 calon tersebar di 165 desa.

Dari ratusan calon kades tersebut, selain berasal dari kalangan calon petahana (incumben) juga terdapat beberapa yang berstatus Calon Anggota Legislatif (Caleg DPRD), diantaranya Ani Dewi Nuryani yang merupakan Calon Kades Kadawung Kecamatan Pabuaran nomor urut 1 dan Nunung Toyibah Calon Kades Pangsor Kecamatan Pagaden Barat.

Ani Dewi Nuryani tercatat dalam Daftar Calon Tetap (DCT) yang dikeluarkan KPU Subang sebagai Caleg DPRD dari Partai Demokrat Dapil Subang III (Kecamatan Dawuan, Kalijati, Cipeundeuy, Pabuaran).

Sedangkan Nunung Toyibah tercatat dalam DCT sebagai Caleg PAN Dapil Subang VI (Kecamatan Pagaden Barat, Pagaden, Compreng, Cipunagara).

Berdasarkan data yang dihimpun, dalam Pilkades Kadawung yang diikuti tiga calon, Ani Dewi Nuryani nomor urut 1 mengalami kekalahan cukup telak dengan perolehan 1.546 suara, sedangkan nomor urut 2 Rosman Suganda yang merupakan calon petahana berhasil menang dengan perolehan 2.487 suara. Adapun nomor urut 3 Dimyati meraih 471 suara.

Dengan kekalahan di Pilkades, Ani Dewi dipastikan terus maju sebagai Caleg dari Partai Demokrat pada Pileg 2019 nanti.

Berbeda dengan Ani Dewi, Caleg PAN Dapil Subang VI Nunung Toyibah bernasib mujur, karena sukses memenangkan Pilkades Desa Pangsor Kecamatan Pagaden Barat yang diikuti empat kandidat.

Nunung Toyibah berhasil ‘menumbangkan’ calon kades petahana (incumben) yang juga sama-sama perempuan, yakni Nining Kurniasih.

Terkait adanya sejumlah Caleg yang mengikuti Pilkades, Ketua KPU Subang Maman Suparman, menyebut, para Caleg yang sudah tercantum dalam DCT boleh mengikuti Pilkades.

“Jika dia ikut Pilkades dan menang, itu kewenangan panitia Pilkades,” ujarnya.

Jika yang bersangkutan terpilih pada Pilkades, namanya tidak bisa lagi dihapus dalam DCT. Namun, tegas Maman, jika nanti terpilih jadi anggota dewan, yang bersangkutan tidak bisa dilantik.

“Jadi namanya dibiarkan saja pada DCT, tidak bisa kita hapus apalagi diganti. Tapi, jika dia nantinya terpilih lagi pada Pileg, yang bersangkutan tidak bisa dilantik. Sesuai aturan batal demi hukum dan suara dia berpindah kepada Caleg di bawahnya,” tegasnya.

Usep

BERBAGI