Beranda Jabar Gubernur Diminta Ikut Tuntaskan Konflik Perpecahan KONI Jabar

Gubernur Diminta Ikut Tuntaskan Konflik Perpecahan KONI Jabar

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Anggota Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Barat Rahyang Mandalajati Evi Silviadi, meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memanggil Ketua Umum KONI Jabar Brigjen TNI (Purn) Ahmad Saepudin, untuk menjelaskan ihwal terjadinya konflik perpecahan di tubuh wadah organisasi olahraga tersebut.

Menurut Evi, Kang Emil–sapaan akrab Ridwan Kamil–berkewajiban untuk memanggil dan meminta kejelasan Ketua Umum KONI Jabar, agar tidak mendapatkan informasi yang salah, sehingga bisa mengambil keputusan yang tidak menyesatkan.

“Isu kisruh di tubuh KONI Jabar saat ini, Gubernur seharusnya memanggil Ketum KONI untuk klarifikasi terkait keputusan Baori agar persoalan ini cepat selesai,” ujar Evi.

Jika gubernur meminta penjelasan tanpa memanggil Ketum KONI Jabar, kata Evi, maka persoalan ini tidak akan kunjung selesai, dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap amanat Gubernur terkait Jabar Juara.

“Statemen Gubernur tentang Ketum KONI Jabar harus menjelaskan ke publik, saya anggap gubenur sedang memainkan manajemen konflik, dan akan menimbulkan polemik di dunia keolahragaan Jawa Barat,” ucapnya.

Disinggung tentang kondisi di tubuh KONI yang saat ini sedang diguncang isu keputusan Baori tersebut, Evi menjelaskan, sesuai perintah Ketum bahwa seluruh anggota dan cabang olahraga harus tetap bekerja serta solid, untuk bahu membahu menjalankan amanat gubernur, menuju Jabar Juara di PON 2020 di Papua, dan hal itu dibuktikan KONI Jabar dengan diselesaikannya verifikasi atlet dan pelatihan di semua cabor, kecuali untuk Cabor pencak silat dan balap sepeda, namun demikian kedua cabor tersebut di tingkat pembinaan dan atletnya, memohon perlindungan atas karir dan prestasinya ke KONI Jabar.

“Mereka juga meminta untuk pembinaan terhadap atlet-atletnya tidak diseret-seret ke ranah politik,” tuturnya.

Dia menambahkan, hampir seluruh cabor bersepakat, tetap solid dan bahu membahu menuju Jabar Juara.
Evi juga menegaskan, terkait legalitas atau keabsahan SK Ketum KONI Jabar yang dianulir Baori, itu semua sudah selesai, sedangkan yang dianulir Baori itu yakni, SK tahun 2017, yang memuat pergantian Iswara Cs.

Usep

BERBAGI