Beranda Pendidikan Bangunan Madrasah Diniyah Ambruk Timpa Lima Siswa, Kemenag Datangi Lokasi

Bangunan Madrasah Diniyah Ambruk Timpa Lima Siswa, Kemenag Datangi Lokasi

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Sebuah bangunan serambi (emper) yang menjadi bagian gedung Madrasah Diniyah al-Islamiyah Kampung Gardu Desa Bendungan Kecamatan Pagaden Barat, ambruk, Selasa sore (13/11/2018) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun sebanyak lima siswa sempat tertimpa reruntuhan atap bangunan, tiga diantaranya dikabarkan mengalami luka ringan dan sempat dibawa ke Puskesmas Pagaden Barat.

Saksi mata warga Kampung Gardu, Rosman, mengungkapkan, peristiwa bermula saat hendak berlangsung kegiatan belajar mengajar. Ketika itu lima siswa masih bermain di emper (serambi) madrasah, sedangkan sebagian besar lainnya sudah masuk kelas.

Mungkin karena asik bermain, diantara lima siswa itu ada yang bergelayutan ke salah satu tiang emper madrasah, lalu didorong oleh rekan-rekannya.

Diduga kondisi tiang sudah rapuh, sehingga bergeser dan menyebabkan konstruksi bangunanpun ambruk menimpa kelima anak tersebut.

“Kelimanya (siswa) sempat ketimpa reruntuhan, untungnya selamat, hanya tiga orang luka dibawa ke Puskesmas, tapi sekarang sudah pulang,” ungkap Rosman, kepada Jabarpress.com, Rabu (14/11/2018).

“Orang-orang langsung ramai datang ke lokasi, termasuk beberapa pejabat dari kecamatan,” katanya lagi.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi Pendidikan Pondok Pesantren (Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Subang, Sopiyadi, mengaku sudah menerima informasi ambruknya bangunan emper madrasah.

Bahkan, pihaknya bersama pengurus DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Subang langsung bergerak cepat meninjau ke lokasi kejadian.

“Siang tadi saya dan pengurus FKDT langsung ke lokasi melihat kondisi bangunan ambruk,” ucapnya saat dikontak Jabarpress.com.

Dia menyebut, peristiwa itu langsung dilaporkan kepada Kepala Kemenag Subang H Abdurohim untuk ditindaklanjuti.

“Sudah saya sampaikan ke Kepala. Kita menunggu arahan beliau untuk tindaklanjut. Insya Allah dari teman-teman FKDT akan memberikan bantuan,” tutur Sopiyadi.

Sementara itu, Ketua DPC FKDT Subang, Atep Abdul Gofar, juga menyampaikan, sudah menugaskan sejumlah pengurusnya agar meninjau ke lokasi kejadian, untuk melakukan pengecekan dan mendata kerusakan bangunan.

“Insya Allah kami akan berupaya membantu,” imbuh Atep.

Informasi yang dihimpun, bangunan yang kini jadi Madrasah Diniyah Al-Islamiyah didirikan tahun 2009 dengan pembiayaan melalui PNPM MP. Berdasarkan plang informasi yang terpasang di depan madrasah, bangunan tersebut dulunya digunakan untuk sekolah TK al-Barokah.

BERBAGI