Beranda Nasional BNPB Rilis Info Terbaru Gempa dan Tsunami Palu: Dari Jumlah Korban, Pengungsi,...

BNPB Rilis Info Terbaru Gempa dan Tsunami Palu: Dari Jumlah Korban, Pengungsi, Hingga Listrik

BERBAGI

Jabarpress.com, Jakarta-Hingga Minggu (7/10/2018), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menyajikan perkembangan terbaru seputar bencana gempa bumi dan tsunami Palu-Donggala Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai dari jumlah korban tewas, jumlah korban akibat likuifaksi, hingga perkembangan penanganan aliran listrik.

1. Jumlah total korban

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami yang menerjang Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali bertambah menjadi 1.763 jiwa.

Selain itu BNPB juga mencatat ada 2.632 orang yang mengalami luka berat. Data tersebut diperbaharui BNPB pada Minggu (7/10/2018) pukul 13.00 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam presentasinya mengungkapkan, 1.763 korban meninggal tersebut terbanyak berasal dari Kota Palu.

“Kota Palu 1.519 orang, Donggala 159 orang, Sigi 69 orang,” papar Sutopo dalam presentasinya di Kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (7/10), dilansir Detikcom.

Sebanyak 2.632 korban luka berat hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

“Korban hilang 265 orang. Korban tertimbun 152 orang,” tuturnya.

2. Khusus jumlah korban likuifaksi

Sejauh ini telah ditemukan total 186 korban jiwa akibat likuifaksi di Kota Palu. Meski demikian, proses pencarian masih terus dilakukan.

Ada tiga wilayah di Sulawesi Tengah yang mengalami likuifaksi, yakni Baloroa, Petobo, dan Jono Oge di Kabupaten Sigi.

Di Baloroa ditemukan 82 orang tewas, di Petobo ada 104 tewas, namun di Jono Oge tim SAR masih belum menemukan korban jiwa. Pencarian masih terus dilakukan.

3.461 bangunan rusak gara-gara likuifaksi. Rinciannya, di Baloroa Kota Palu ada 1.045 bangunan rusak dalam area 47,8 ha. Di Petobo, ada 2.050 unit bangunan rusak dalam area 180 hektare yang kena likuifaksi. Di Jono Oge Kabupaten Sigi, 366 unit bangunan rusak dalam 202 hektare.

3. Soal pemakaman korban

BNPB menyatakan, dari 1.763 korban meninggal, sudah 1.755 jenazah yang sudah dimakamkan. Jenazah dimakamkan secara massal di taman pemakaman umum (TPU) Paboya sebanyak 753 jenazah, TPU Pantoloan sebanyak 35 jenazah. Selain itu, ada juga sejumlah jenazah yang tidak dikuburkan secara massal.

“Pemakaman keluarga 923 jenazah, Donggala 35 jenazah, Biromaru 8 jenazah, dan Pasangkayu 1 jenazah,” katanya.

4. Pengungsi

BNPB menyatakan 62.359 jiwa mengungsi di 147 titik. Ada 66.926 rumah rusak, 66.238 di antaranya di Sulawesi Tengah dan 688 rumah di Sulawesi Barat.

Selain itu, ada 2.736 bangunan sekolah rusak. Hasil pendataan Kemendikbud, ada yang rusak ringan hingga hancur total tersebar di Palu, Donggala. Sekolah yang lebih banyak rusak di Kabupaten Sigi.

5. Listrik

BNPB menyatakan listrik di Kota Palu semakin pulih. Hingga kemarin, sudah 75% listrik di seluruh Kota Palu sudah beres.

“Kondisi kelistrikan di Palu sudah 74 persen, di Sigi belum pulih,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (6/10/2018).

Masalah kelistrikan akibat bencana ini sudah pulih mencapai 90 persen minggu depan. Dari 7 gardu induk (GI) yang ada, 5 di antaranya sudah beroperasi yaitu, 2 GI beroperasi di Poso dan Pamona, 3 GI stand by (GI Silae selesai perbaikan dan siap dibebani, GI Parigi, dan GI Pasangkayu), dan 2 GI dalam perbaikan (GI Sidare dan GI Talise).

6. Bantuan internasional

Kabar soal bantuan internasional, ada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menyatakan tengah mencari dana US$ 50,5 juta (sekitar Rp 765 miliar) dari komunitas internasional untuk bantuan segera kepada para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

“Rencana PBB bertujuan untuk memberikan bantuan kepada 191 ribu orang selama tiga bulan ke depan,” demikian pernyataan yang dikeluarkan PBB, seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (6/10/2018).

Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir mengatakan hingga kini tercatat ada 18 negara yang sudah merealisasikan bantuan itu, meski dalam pertemuan dengan para dubes ada sekitar 25 negara dari 4 organisasi internasional yang sudah menyatakan siap membantu.

Sebanyak 18 negara tersebut di antaranya yakni, Korea, Jepang, Swiss, Singapura, Tiongkok, Qatar, Turki, India, Spanyol, Vietnam, Malaysia, Inggris, Selandia Baru, Australia, Rusia, Pakistan dan Denmark.

BERBAGI