Beranda Nasional Dinilai Tak Profesional, Koordinator Gakkumdu Bawaslu Jabar Dilaporkan ke DKPP

Dinilai Tak Profesional, Koordinator Gakkumdu Bawaslu Jabar Dilaporkan ke DKPP

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Ketidakjelasan penanganan laporan dugaan pelanggaran Pilkada Subang 2018, khususnya terkait permasalahan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) paslon, oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat, berbuntut panjang.

Pihak pelapor, Budi Setiadi, yang merupakan Cawabup Subang nomor 3, mengaku, telah melaporkan oknum di Bawaslu Jabar, yakni Koordinator Gakkumdu Sutarno, kepada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta.

“Laporan kita sudah masuk ke DKPP, tinggal menunggu proses sidang,” ujar Budi, Jumat (28/9/2018).

Budi menyebut, ketidakjelasan dan ketidakprofesionalan Bawaslu Jabar, khususnya Koordinator Gakkumdu, dalam menangani sejumlah laporan dugaan pelanggaran Pilkada Subang 2018, menjadi alasan pihaknya untuk melapor kepada DKPP.

“Kita melihat ketidakjelasan dan ketidakprofesionalan Koordinator Gakkumdu Bawaslu Jabar, Sutarno, dalam menangani laporan dugaan pelanggaran pilkada, terutama pelanggaran LPPDK paslon. Karena itu, kita laporkan ke DKPP selaku lembaga berwenang menindak oknum penyelenggara pemilu yang bermasalah atau berbuat ‘nakal’, agar diproses secara tegas,” paparnya.

Selain dinilai tidak profesional dan tidak melakukan apa-apa yang seharusnya dilakukan terkait penanganan laporan soal LPPDK paslon, tutur Budi, pihak Sentra Gakkumdu Bawaslu Jabar, juga dianggap mengabaikan fakta-fakta kejanggalan dalam LPPDK pasangan calon (paslon) yang dilaporkan pihaknya.

“Tak hanya mengabaikan fakta-fakta di LPPDK yang kami laporkan, Gakkumdu Bawaslu juga mengesampingkan keterangan ahli dan saksi-saksi. Karena itu, kita berharap, DKPP memproses dan mengambil tindakan seadil-adilnya terhadap Gakkumdu Bawaslu Jabar,” tegas Budi.

Saat dikonfirmasi, Ketua Bawaslu Jabar HM Wasikin Marzuki, mengaku, belum menerima tembusan informasi ihwal pelaporan ke DKPP.

“Pelaporannya kan langsung ke DKPP, kita enggak dapat tembusannya,” ucapnya singkat.

BERBAGI