Beranda Hukum Terbukti Terima Suap, Eks Bupati Subang Divonis Penjara 6,5 Tahun

Terbukti Terima Suap, Eks Bupati Subang Divonis Penjara 6,5 Tahun

BERBAGI

Jabarpress.com, Bandung-Majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan hukuman 6,5 tahun penjara kepada terdakwa Imas Aryumningsih, eks Bupati Subang, dengan denda sebesar Rp500 juta subsider 3 bulan penjara.

Mantan Bupati Subang itu terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi berupa menerima suap.

Hal itu terungkap dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Senin (24/9/2018).

Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar pasal 12 hurup a Undang-undang tindak pidana korupsi (Tipikor).

“Menyatakan terdakwa Imas Aryumningsih bersalah dan menjatuhkan hukuman selama 6 tahun dan 6 bulan penjara, denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim, Dahmi Wiyarni membacakan amar putusannya, dilansir Galamedianews.com.

Selain hukuman badan, Imas juga diharuskan membayar uang pengganti Rp410 juta lebih. Jika setelah satu bulan keputusan tidak sanggup membayar, maka diganti dengan disitanya harta benda terdakwa, atau diganti kurungan penjara selama satu tahun.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Imas itu lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebelumnya, jaksa menuntut pengganti Ojang Sohandi itu dengan hukuman 8 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 16 bulan penjara.

Ada dua hal yang menjadi pertimbangan hakim dapam menjatuhkan vonis. Hal memberatkan, terdakwa kerap berbelit dalam memberikan keterangan, tidak jujur, tidak mendukung program pemberantasan korupsi.

Sedangkan hal meringankan, terdakwa bersifat sopan, belum pernah dihukum, punya tanggungan keluarga, sudah lanjut usia, dan sering sakit.

Atas putusan itu, terdakwa maupun jaksa menyatakan pikir-pikir.

Seperti diketahui, terdakwa Imas diadili bersama seorang pihak swasta bernama Darta. Mereka terjerat praktik dugaan suap terkait pemberian izin prinsip dan izin lokasi untuk PT Pura Binaka Mandiri (PBM, dan PT Alfa Sentra Property (ASP). Menurut KPK, ada penerimaan uang hingga Rp 1,2 miliar dalam kasus ini. Sebagian besar diduga masuk kantong pribadi Imas, kemudian untuk fasilitas kampanye Pilkada Subang 2018.

Kasus suap perizinan pabrik ini juga menyeret seorang pengusaha bernama Miftahudin dan eks Kabid Perizinan DPMPTSP Subang Asep Santika.

BERBAGI