Beranda Warta Desa Diduga Sarat Kecurangan, Warga Desa Blanakan Desak Bupati Tak Lantik Kades Terpilih

Diduga Sarat Kecurangan, Warga Desa Blanakan Desak Bupati Tak Lantik Kades Terpilih

BERBAGI

Jabarpress.com, Subang-Warga Desa Blanakan Kecamatan Blanakan mendesak Bupati Subang, Imas Aryumningsih, untuk tidak melantik Kades Blanakan Terpilih, Hj Isnaeni.

Pasalnya, menurut warga, pelaksanaan Pilkades Blanakan yang berlangsung Minggu, 10 Desember 2017 lalu, diduga sarat kecurangan dan diwarnai praktik suap terhadap pemilih (money politic).

“Pilkades Blanakan penuh dengan kecurangan yang dilakukan panitia, banyak pelanggaran oleh salah satu calon kades, politik uang secara terbuka oleh salah satu calon, serta sikap panitia dan pihak keamanan yang seolah membiarkan, menutup mata, atas terjadinya pelanggaran tersebut,” beber warga Desa Blanakan, Tahyudin Irawan, didampingi tokoh warga lainnya, Dian Ekawati dan Cecep Sermaya, kepada Jabarpress.com, Senin (18/12/2017).

Dia mengungkapkan, sejumlah temuan indikasi pelanggaran dan kecurangan pilkades itu, di antaranya, pemilih kedapatan mencoblos dua kartu suara sekaligus dan durasi waktu pencoblosan relatif singkat, dimulai pukul 08.20 WIB sampai pukul 11.30 WIB, ternyata pemilih sudah tidak ada yang datang. Padahal jumlah kehadiran pemilih mencapai 6.260 orang, dari total hak pilih sebanyak 8.584 jiwa.

“Masa hanya dalam waktu sekitar 3 jam saja, pemilih yang hadir sebanyak 6.260 orang bisa selesai mencoblos di hanya 7 TPS. Ini janggal,” tutur Tahyudin.

Indikasi kecurangan lainnya, sebut dia, cara penghitungan suara tidak transparan dan ditemukan ada pemilih yang mewakili pemilih lain. Padahal, sesuai aturan, pencoblosan tidak bisa diwakilkan.

Dan yang mencolok, tegas dia, adanya praktik money politic atau pembagian uang secara terbuka, yang diketahui oleh panitia dan pihak keamanan, namun dibiarkan.

“Hasil temuan kami, ada 26 warga dari sejumlah dusun yang diduga membagi-bagikan uang dari calon nomor 4 (Hj Isnaeni kades terpilih), dan ada 21 warga yang diduga sebagai penerima uang dari calon nomor 4. Semua datanya ada di kami,” paparnya.

Temuan Kecurangan Dilaporkan ke Polres

Pihaknya mengaku, berbagai indikasi pelanggaran dan kecurangan dalam pelaksanaan pilkades tersebut, sudah dilaporkan kepada Polres Subang untuk ditindaklanjuti dan diproses secara hukum.

“Sudah kami laporkan ke Satuan Intelkam Polres agar diusut secara hukum,” tegasnya.

Selanjutnya, dia bersama sejumlah warga lainnya, meminta Bupati Imas Aryumningsih agar tidak melantik kades terpilih itu, sebelum tuntas indikasi kecurangan tersebut.

“Kami berharap, bupati jangan dulu melantik kades terpilih, sebelum masalah ini tuntas,” ucap Tahyudin.

Warga lainnya, Dian Ekawati, berharap, praktik pelanggaran dan kecurangan dalam pelaksanaan pilkades ini, jangan sampai terulang kembali di masa-masa mendatang.

“Sebab dikhawatirkan, praktik curang seperti ini terjadi juga di pilkada atau pilgub. Makanya, praktik tidak fair seperti ini jangan terulang lagi, baik di pilkades, pilkada, pemilu maupun pilgub,” imbuh Dian.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak terkait, ihwal permasalahan pilkades tersebut.

(Usep)

BERBAGI