Beranda Pendidikan Warga Tiga Dusun di Cijambe Berharap Dibangun Sarana Pendidikan Baru

Warga Tiga Dusun di Cijambe Berharap Dibangun Sarana Pendidikan Baru

Jabarpress.com, Subang-Ratusan warga Dusun Ciloa, Bakom dan Seureuh Jawa Desa Cimenteng Kecamatan Cijambe, berharap, pemerintah daerah setempat mendirikan sarana pendidikan baru bagi anak-anak di wilayah mereka.

Pasalnya, saat ini SDN Eglasari yang berada di Dusun Eglasari, lokasinya jauh dari perkampungan mereka. Sehingga, kerap merepotkan anak-anak saat menempuh perjalanan menuju sekolah.

“Setiap hari, anak-anak kami jalan kaki menempuh jarak 2-3 kilometer menuju sekolah, pulang-pergi jarak tempuhnya jadi dua kali lipat, dengan kondisi jalan terjal naik-turun bukit. Begitu sampai sekolah, mereka jadi kelelahan, kasihan mereka, belajarnya jadi kurang maksimal. Coba kalau (lokasi) sekolahnya dekat, mereka enggak bakal kerepotan,”ujar Ketua RW 05 Desa Cimenteng, Sukandi.

Kampung Ciloa yang dihuni sekitar 84 KK atau sebanyak 300 jiwa, berjarak 2 kilometer dari SDN Eglasari. Sedangkan Kampung Bakom yang dihuni 60 KK dan Seureuh Jawa yang dihuni 7 KK, berjarak sekitar 3 kilometer.

Meski berlokasi jauh dari sekolah, namun jumlah siswa dari ketiga kampung ini merupakan yang terbanyak dan mendominasi keseluruhan siswa SDN Eglasari.

“Jumlah warga Eglasari sekitar 59 KK, tapi yang sekolah di SD tersebut cuma sedikit. Kebanyakan siswanya malah dari tiga kampung itu, terbanyak dari Ciloa,”tuturnya.

Sukandi menyebut, selain kendala jauhnya akses, para siswa dari tiga kampung ini, juga kerap direpotkan harus membawa air bersih dalam botol besar setiap berangkat sekolah. Hal itu disebabkan tidak adanya sumber air bersih di lokasi sekolah, akibat letaknya di ketinggian.

“Jadi, siswa harus bawa air sendiri setiap berangkat sekolah, untuk keperluan guru dan mereka sendiri,”ucapnya.

Atas kendala-kendala tersebut, pihaknya bersama perwakilan tokoh warga berharap, pemerintah bersedia membangun sarana pendidikan baru yang lokasinya terjangkau, baik itu bentuknya sekolah dasar (SD) atau madrasah diniyah, untuk memudahkan aksesibilitas pendidikan anak-anak mereka.

“Hasil obrolan dengan warga, nanti lokasinya di Ciloa. Selain aksesnya terjangkau dari semua dusun, di sini juga belum ada sarana pendidikan samasekali, baik itu SD atau madrasah diniyah, padahal jumlah penduduknya banyak. Untuk lahannya sudah ada, milik Perum Perhutani,”beber Sukandi.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Subang, H Suwarna Murdias, menegaskan, akan mengkaji usulan warga ihwal pendirian sarana pendidikan baru, dengan menugaskan UPTD Cijambe bersama pihak kecamatan setempat, agar meninjau daerah tersebut.

Kendati begitu, ujar dia, mengingat keterbatasan kemampuan anggaran daerah dan sudah tersedianya sarana pendidikan, yakni SDN Eglasari, pihaknya merencanakan dua opsi untuk merespon problem aksesibilitas pendidikan warga tiga dusun itu.

“Kemungkinan nanti solusinya bisa relokasi, di mana SD yang ada (SDN Eglasari) kita pindahkan ke lokasi terdekat; atau bisa saja buka kelas jauh dari SD Cimenteng, agar lebih efektif. Kalau bangun (sekolah) baru lagi, saya kira berat, anggarannya kan terbatas. Pokoknya, kita akan upayakan kendala yang dihadapi warga bisa segera diatasi,”tegas Suwarna.

(Usep)