Beranda Jabar MUI-MWC NU Binong Gelar Pengajian Syahriyahan

MUI-MWC NU Binong Gelar Pengajian Syahriyahan

Jabarpress.com, Subang-Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan MWC Nadhatul Ulama (NU) Kecamatan Binong dan Tambakdahan menggelar pengajian syahriyahan di Masjid Al-Mukhlisin Desa Citrajaya Kecamatan Binong, Rabu (23/8/2017).

Pengajian dihadiri seluruh muspika, diantaranya Camat Binong, Kapolsek dan Danramil, serta menghadirkan penceramah dari Jawa Barat, yakni Sekretaris Majelis Dzikir Hubbul Waton (MDHW) Jawa Barat, Yosep Yusdiana, S.Pd.I.

Yosep mengatakan, pendirian MDHW bertujuan menyatukan pembangunan mental dan spiritual yang kemudian direalisasikan dalam pembangunan fisik dan infrastruktur hingga ke pelosok pedesaan.

“MDHW juga bertujuan sebagai sarana persaudaraan dan persamaan hak dan kewajiban sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Intinya Lita’arofu atau MDHW sebagai wadah saling kenal mengenal antar warga negara Indonesia”,tuturnya.

Menurutnya, hal ini selaras dengan harapan Ketua PWNU Jabar, Gus Hasan, bahwa dalam rangka memerkokoh spirit kebangsaan dan nasionalisme di Jabar, harus ada sinergi antara semua elemen masyarakat dan pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Yosep mendukung pembentukan PC MDHW Kabupaten Subang.

Menurut Yosep, pendirian MDHW di tingkat kabupaten bahkan sampai tingkatan terbawah (desa) sangat penting.

Karena kalau menengok kepada sejarah, bahwa Ulama-ulama Salafiyah yang memimpin Pondok Pesantren di seluruh pelosok tanah air Indonesia, yang kemudian menjadi cikal bakal tonggak pergerakan perjuangan kemerdekaan.

“Dan saya daulat Imanudin menjadi Sekretaris PC MDHW Kabupaten Subang,”tegas pria alumnus UIN SGD Bandung ini.

Sementara itu, Imanudin, mengaku, siap menjalankan amanah yang telah dipercayakan kepadanya.

“Saya akan menjalankan amanah ini bahkan akan mengajak kepada para kiai dan ustad di pelosok desa untuk memperkokoh kebangsaan melalui MDHW,”imbuhnya.

Iman menyebut, diselenggarakannya syahriyahan bertujuan memererat silaturahim serta sinergi antara ulama dan umara, sehingga dapat menghasilkan spirit kebangsaan dan menambah ruh nasionalisme melalui dzikir bersama.

(Usep)