Beranda Jabar Singgah di Sumedang, Monumen Lingga Jadi Tempat Rehat Pemudik

Singgah di Sumedang, Monumen Lingga Jadi Tempat Rehat Pemudik

BERBAGI

SUMEDANG– Sore ini adalah H+5 lebaran jutaan manusia memang telah melaksanakan ‘ritual’ khas lebaran ala masyarakat Indonesia yang bernama mudik.

Jutaan orang berangkat dari kota-kota besar di Indonesia menuju kampung halaman mereka tak terkecuali hampir seluruh desa di Jawa Barat juga didatangi para kaum ‘urban dadakan’ yang kembali ke desanya masing-masing setiap musim lebaran.

Kota Sumedang yang menjadi salah satu kabupaten yang dijadikan persinggahan warga pemudik asal Cirebon, Majalengka, Kuningan dan sejumlah kota/kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur serja sejumlah kota lainnya memang menjadi jalur pilihan pemudik setelah jalur selatan Jawa Barat yakni Tasikmalaya dan Garut, dampak keberadaan tol Cipali dan Pantura yang mengurangi beban jalur mudik di Tengah dan Selatan Jawa Barat sehingga para pemudik yang melintasi kota tahu bisa lebih rileks menikmati perjalanan mudik mereka.

Salah satu tempat yang dikenal dan memiliki nilai sejarah tinggi adalah monumen Lingga yang berada ditengah alun-alun kabupaten Sumedang atau tepatnya di depan Masjid Agung Sumedang, menjadi salah satu tempat persinggahan para pemudik yang melintas di kota tahun ini. Seperti diungkapkan seorang pemudik.

“Saya foto-foto disini, kebetulan singga dan istirahat di taman ini perjaanan jauh dan melelahkan dari Cilacap Jawa Tengah, kalau sejarah gak tau ini monumen apa dan siapa yang di sejarahkan,” ungkap Tomi Jayadi, 37 pemudik asal Banten.

“Sekedar rehat pak dengan keluarga kebetulan kami gak lewat tol Cipali, mahal dan masuknya juga macet, makanya kami lewat sini sambil berwisata juga sebelum melanjutkan perjalanan,” imbuhnya lagi

Monumen Lingga Yang Menyejarah

Pangeran Aria Soeria Atmaja sendiri dilahirkan di Sumedang pada tanggal 11 Januari 1851 dengan nama Raden Sadeli, dari ayah Pangeran Aria Soeria Koesoema Adinata (Bupati Sumedang 1836-1882) dan R.A Ratnaningrat. Dalam usia 32 tahun, beliau diangkat menjadi bupati pada tanggal 30 Desember 1882 dan dilantik terhitung sejak tanggal 31 Januari 1883, sebagai Bupati Sumedang.

Adalah sebuah monumen yang sering dijadikan ajang swafoto para pemudik di alun-alun kota Sumedang, para pemudik sangat senang melihat sejarah kabupaten Sumedang yang kini diabadikan dalam sebuah monumen yang dikenal dengan Monumen Lingga.

Monumen ini dibangun untuk Mengingat Sang Pangeran Aria Soeria Atmadja yang banyak sekali jasanya bagi rakyat Sumedang, maka atas inisatif Pangeran Stichting, dibangunlah sebuah monument di tengah alun-alun dinamakan LINGGA. Bentuk bangunan monument tersebut sekarang menjadi lambang Kabupaten Sumedang. Monumen Lingga diresmikan oleh Gubernur Jendral Mr. D. Fock, pada tanggal 25 April 1922. pada salah satu prasasti Lingga tersebut ditatahkan kalimat:

“URANG SADAYA SAMI TUNGGAL KAWULANGGIH ALLAH. SAASAL SATEDAK KENEH. UPAMI DIKAPALAAN KU NU SAMPURNA, WENING GALIH SARENG LINUHUNG, AYEM TENGTREM SADAYANA.”

BERBAGI