Beranda Pendidikan & Pesantren Apresiasi Sikap Disdikbud, FKDT Subang Buka Kelas Akselerasi Diniyah

Apresiasi Sikap Disdikbud, FKDT Subang Buka Kelas Akselerasi Diniyah

BERBAGI

SUBANG-Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Subang menyambut baik pernyataan Kadisdikbud Subang Suwarna Murdias yang memberikan sinyal positif berupa dukungan terhadap realisasi Peraturan Bupati Subang No. 14 Tahun 2014, Ketua FKDT Subang Atep berharap ada perkembangan positif terhadap Madrasah Diniyah selain permasalahan anggaran juga peran dan partisipasi stakeholder seperti disdikbud kabupaten Subang.

“Sangat berterimakasih atas sikap kadisdik terhadap perbup Diniyah, memang sudah seharusnya dikarenakan perbub tentang kewajiban madrasah diniyah sudah sejak tahun 2014 sampai saat ini belum berjalan maksimal, bahkan kami sangat berterimakasih sekali kepada bapak kadisdikbud yang telah menyampaikan hal itu di hadapan kepala UPTd, kepala sekolah SMP/MTs sekabupaten Subang bahkan di hadiri oleh kabid dikmen dan Kasi kurikulum,” jelasnya.

Menurut Atep, FKDT siap membantu apabila siswa SD/MI yg belum memiliki ijazah Diniyah dengan menyelenggarakan program akselerasi ketika siswa sudah masuk SMP/MTs (kelas VII) selama 1 Tahun.

Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Subang Suwarna Murdias memaparkan dihadapan para kepala sekolah dan para petinggi disdikbud di aula SMPN 3 Subang hari ini, Selasa (14/06/2017). menurutnya perbup terkait soal ijazah madrasah diniyah perlu diakomodir didalam sistem pendidikan di kabupaten Subang.

“Kita ternyata sudah punya peraturan bupati tentang madrasah diniyah dimana setiap sd/MI juga SMP/MTs wajib menerima siswa dengan persyaratan ijazah terakhir plus ijazah madrasah diniyah,” katanya

Menurut Suwarna Murdias pihak Disdikbud kabupaten Subang mendukung realisasi perbup tersebut karena produk hukum pemkab Subang berupa Perbup harus ditaati. Namun demikian pihaknya akan bekerjasama dengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kabupaten Subang yang diketuai Atep Abdul Gofar untuk realisasinya.

“Jika kita tidak mematuhi itu berarti kita melanggar Peraturan Bupati terkait itu makanya kita kordinasi dengan FKDT dimana nanti anak yang belum memiliki ijazah diniyah dikelas VIII, dia selain belajar di sekolah tapi juga belajar di madrasah diniyah,” ungkapnya.

Suwarna menambahkan bahwa dalam konteks penerimaan siswa baru sekolah tidak perlu menggugurkan penerimaan seorang calon siswa untuk tidak diterima di SMP/MTs atau yang akan masuk SD/MI jika memang belum memenuhi aturan sesuai Perbup, Suwarna mencontohkan jika seorang anak yang akan masuk SD/MI ternyata belum hapal surat-surat pendek maka bisa saja diterima namun dilakukan pembimbingan di madrasah diniyah sepulang sekolah.

M. Ridwan

BERBAGI