Beranda Hukum Pejabat Kemendagri Dilaporkan ke KPK, Darmawan: “Status Imas sebagai Plt Bupati, Ilegal”

Pejabat Kemendagri Dilaporkan ke KPK, Darmawan: “Status Imas sebagai Plt Bupati, Ilegal”

BERBAGI

Jabarpress.com, Jakarta-Dinilai memerlambat dan menghambat pelantikan Plt Bupati Imas Aryumningsih menjadi Bupati Definitif Subang sisa masa jabatan 2013-2018, Direktur Fasilitasi Kepala Daerah DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Ditjen Otda Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, terancam dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jika tuntutan kami agar Imas Aryumningsih segera dilantik jadi bupati sisa masa jabatan 2013-2018 tidak dipenuhi oleh Kemendagri dalam waktu 3×24 jam, maka atas nama rakyat Subang, kami akan melaporkan Direktur Fasilitasi Kepala Daerah, DPRD dan Hubungan Antar Lembaga Ditjen Otda, Akmal Malik, kepada KPK dan menempuh jalur hukum yang berlaku di NKRI,”tegas Koordinator Aliansi Mahasiswa Subang Jakarta Raya, Darmawan Santosa, saat menggelar aksi di Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Pihaknya menilai, Kemendagri telah bertindak lalai karena memerlambat pelantikan bupati definitif, dan membiarkan terjadi kekosongan kepemimpinan di Pemkab Subang, yang selama satu tahun lebih cuma dijabat Pelaksana Tugas atau Plt Bupati.

“Kemendagri telah bertindak abai dalam menjalankan tugasnya dan merugikan negara khususnya Subang,”ucapnya.

Status Imas selaku Plt Bupati Disoal

Darmawan juga memersoalkan status Imas Aryumningsih selaku Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Subang, yang dinilainya cacat hukum. Pasalnya, Imas telah diberhentikan oleh DPRD Subang dari jabatan Wakil Bupati dan belum dilantik menjadi bupati definitif sisa jabatan 2013-2018.

“Akibat kelalaian Kemendagri yang belum juga menerbitkan SK pengangkatan pelantikan bupati, posisi Imas Aryumningsih tidak memiliki kedudukan apapun di mata hukum. Karena itu, semua aktifitas dan kebijakan yang dilakukan Imas Aryumningsih atas nama Plt Bupati Subang adalah ilegal dan merugikan negara,”tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Subang, Imas Aryumningsih, tampaknya kurang memberikan atensi serius atas status jabatannya, yang hingga kini belum definitif menjadi bupati.

Saat ditanya ihwal rencana pengangkatan dan pelantikannya menjadi bupati definitif sisa masa jabatan 2013-2018, Imas mengaku belum mendapat informasi dari pemerintah pusat.

“Belum (dapat informasi). Enggak tahu,”ujar Imas.

Bahkan, politikus senior yang kini menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang ini, malah balik mempertanyakan soal rencana pelantikannya menjadi bupati definitif, menggantikan Ojang Sohandi yang tersandung kasus suap BPJS dan TPPU.

“Iraha saya dilantik teh? (Kapan saya dilantik ya?),”pungkasnya.

(Usep)

BERBAGI