Beranda Ekonomi Curangi Pengisian BBM, Bos Pom Bensin Dicokok Polda Jabar

Curangi Pengisian BBM, Bos Pom Bensin Dicokok Polda Jabar

BERBAGI

Jabarpress.com, Cianjur-Hati-hati dalam mengisi bahan bakar minyak (BBM). Baru-baru ini Polda Jabar membongkar praktik kecurangan pengisian BBM. Pemilik SPBU (pom bensin) sengaja menggunakan alat khusus untuk mengurangi takaran BBM.

Kasus kecurangan pengisian BBM ini ditemukan Ditreskrimsus Polda Jabar di SPBU 34.43212 yang berada di Jalan Raya Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jabar, Selasa (30/5) lalu.

Sang pemilik SPBU berinisal N, memasang alat berupa Printed Circuit Board (PCB) pada mesin pengisian BBM.

“Alat itu untuk memperlambat pengisian BBM. Dengan memperlambat pengisian BBM, secara otomatis mengurangi takaran. Pengurangannya mencapai setengah liter. Ketika mengisi sepuluh liter, terisi hanya sembilan liter sekian,”ujar Direktur Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Pol Samudi, Jumat (2/6/2017), dikutip detik.com.

Berdasarkan hasil penyelidikkan aparat, N ini memiliki 3 SPBU yaitu di Cikalong, Cipanas Cianjur, dan di Sukabumi. Seluruh SPBU miliknya dipasang alat berwarna hijau tersebut.

“Di Cikalong, dari empat mesin pengisian dipasang di tiga mesin, di Cipanas dari empat mesin dipasang di dua mesin, dan di Sukabumi dipasang di satu mesin,”papar Samudi didampingi Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus.

Alat tersebut diatur oleh pemilik di ruangannya.

“Nanti alat ini dihubungkan ke kantor pemilik. Sehingga dikendalikan langsung oleh pemiliknya,”ucapnya.

“Ini dilakukan oleh pemiliknya sendiri. Pegawai hingga pengawas juga enggak tahu,”ujar Samudi menambahkan.

Dari pengungkapan ini, polisi menyegel mesin pengisian BBM di masing-masing SPBU milik N. Polisi turut menyita barang bukti berupa alat PCB beserta adaptornya.

Pelaku telah melanggar Pasal 32 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

“Ancaman hukumannya satu tahun. Tapi kita masih mendalami dan tidak menutup kemungkinan diarahkan ke Undang-undang perlindungan konsumen, hukumannya lebih berat,”pungkasnya.

(Red)

BERBAGI