Beranda Daerah Penerima PKH di Subang Terbesar di Jawa Barat?

Penerima PKH di Subang Terbesar di Jawa Barat?

BERBAGI

SUBANG-Dari total alokasi penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2017 di Jawa Barat sebanyak 1 juta Rumah Tangga Sasaran(RTS), diantaranya alokasi PKH untuk  Kabupaten Subang sebanyak 53 ribu Rumah Tangga Sasaran(RTS).Alokasi penerima PKH di Kabupaten Subang merupakan yang terbesar di Jawa Barat.

Demikian disampaikan Prio Hartono S.Sos ketua Tim PKH Jabar disela- sela sosialisasi pedoman PKH Kepada  petugas PKH seJabar. Selasa pagi(16/5/2017)

Untuk tahun ini bantuan disalurkan dengan non-tunai melalui rekening bank. Nilai bantuan yang diturunkan untuk satu keluarga bila ada lansia dan cacat sebesar 500 ribu rupiah. Sedangkan apabila ada anak sekolah, balita dan wanita hami dibantu 450 ribu dibayarkan tiap empat bulan sekali,” jelas Prio.

Untuk membuka rekening telah bekerjasama dengan Bank BRI yang bisa dicairkan di ATM manapun. “Sebetulnya buku rekeningnya sudah terdaftar dibebaskan dari biaya perbankan zerro cost alias dibebaskan biaya perbankan,” jelasnya lagi.

Prio juga berpesan agar keluarga penerima dana PKH memanfaatkan program tersebut sehingga bisa memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Subang.

“Program PKH ini mewajibkan penerimanya agar mematuhi semua komitmen. Seperti jika ada ibu hamil agar diperiksakan kesehatan kandungannya dan dilarang ada anggota keluarga yang putus sekolah jika memiliki anak usia sekolah SD dan SMP,” pesan dia.

Lebih lanjut Prio mengatakan. Petugas PKH nanti berkewajiban memberikan penyadaran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) supaya memanfaatkan dengan benar bantuan yang diberikan. Nanti petugas secara periodik berkewajiban mengunjungi KPM melakukan verifikasi tentang pemanfaatan oleh KPM sekaligus memantau perkembangannya.

Sebab bantuan ini merupakan bantuan tunai bersyarat. Artinya kalau sudah 10 tahun harus ada perubahan perilaku. “Berubah sikap cara memanage atau mengelola bantuan. Dengan bimbingan dari petugas kita mengecek setiap empat bulan memverifikasi KPM,” katanya.

(Ahya Nurdin)

BERBAGI